Niaga

PHRI Samarinda Minta Pemkot Gelar Event Nasional

Samarinda, Garda.co.id – Sejak Maret hingga Desember 2020 sektor perhotelan dan restoran digempur pandemi virus corona serta tingkat okupansi perhotelan di Samarinda pun menurun, Rabu (03/01/2021).

Ketua PHRI Samarinda, Lenny Marlina mengatakan, sejak diberlakukannya perpanjangan masa pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dinilai memberikan dampak terhadap pelaku usaha jasa pariwisata sehingga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samarinda berharap pemerintah daerah dapat memberikan sejumlah relaksasi selama kebijakan ini diterapkan.

“Alhamdulillah untuk pembayaran pajak sudah diberikan penundaan oleh walikota. Mungkin selanjutnya iuran BPJS, listrik dan lainnya juga bisa diberikan penundaan karena saat ini kondisi usaha sangat berat,” kata Lenny yang juga Ketua PW WPP Kaltim.

Menurut dia, Okupansi hotel sebelum adanya covid-19 ini bisa mencapai 80-90% tiap bulan. Akan tetapi, sejak adanya pandemi ini okupansi hotel hanya mencapai 50% dan hal itu hanya bisa menutupi biaya operasional hotel.

“Ditengah pandemi ini, Okupansi hotel hanya mencapai 50% dan hanya bisa menutupi biaya operasional. Hal ini menyebabkan beberapa hotel yang sempat tutup diantaranya Hotel Jamrud, Grand Sawit dan Swiss Bel Hotel,” ucap Lenny.

Disisi lain, Lanjutnya, pada saat ini pelaku usaha jasa pariwisata semakin merasa kesulitan untuk menentukan strategi bisnis yang harus dijalankan di pandemi Covid-19 ditambah saat ini diberlakukan perpanjangan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat yang secara tidak langsung berdampak terhadap para karyawan.

“Selain biaya listrik yang cukup besar, Biaya gaji juga menjadi salah satu pengeluaran yang tidak bisa dikendalikan sehingga ada beberapa karyawan yang dirumahkan maupun tidak diperpanjang masa kontraknya, walaupun kami juga sangat butuh terhadap kemampuan karyawan tersebut,” Lanjutnya.

Lenny Marlina juga menjelaskan, dirinya berharap kepada Pemerintah Kota Samarinda untuk dapat menggelar acara nasional sehingga banyak para tamu yang hadir dari berbagai daerah. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat okupansi hotel seiring berjalannya waktu.

“Kami dari PHRI hanya bisa berharap pemerintah kota dapat menarik event-event nasional ke kota samarinda sehingga tingkat okupansi hotel bisa meningkat,” pungkasnya. (ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button