DPRD Samarinda

Pansus IV DPRD Samarinda Gelar RDP Kedua Raperda Satuan Pendidikan Aman Bencana

Garda.co.id, SAMARINDA – Setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Satuan Pendidikan Aman Bencana, Anggota Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Samarinda kembali melakukan RDP kedua untuk membahas Raperda tersebut.

RDP atau Hearing ini telah dilakukan pada Senin, (6/11/2023), dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda.

Kemudian Dinas Perhubungan (Dishub) Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Bagian Hukum Pemerintah Kota Samarinda.

Wakil Ketua Komisi IV sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, mereka telah mencapai kesepakatan mengenai poin-poin yang akan dimasukkan dalam Raperda dan berdiskusi tentang petunjuk teknis yang akan diberikan.

“Kami menyepakati terkait pin-poin yang dimasukkan dalam rancangan. Selanjutnya kami akan bertukar pikiran terkait petunjuk-petunjuk teknis,” jelas Sani.

Pada proses hearing itu, Sani mengaku pihaknya juga menyoroti isu seputar sekolah inklusi, yang saat ini hanya memiliki fasilitas inklusi dalam bentuk bangku, tetapi belum memiliki guru, seperti guru tuna wicara.

Selain itu, mereka membahas tentang fasilitas toilet dan mencari solusi untuk semua masukan yang diberikan.

“Kebanyakan sekolah inklusi hanya bangku saja yang inklusi, gurunya belum ada, contohnya guru tuna wicara ada atau tidak. Kemudian terkait toilet, itu hanya salah satu pendapat saja, misal toilet harus duduk,” ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengindikasikan bahwa beberapa masalah sosial yang muncul dalam Raperda masih perlu diselesaikan. Terkait peningkatan anggaran, saat ini belum ada kepastian yang jelas

BACA JUGA :  Sani Sampaikan Harapan Besarnya Terhadap Dunia Pendidikan Samarinda

“Kami menampung semua dan akomodir semua, setengah masalah sosial kenapa tidak selesai, masalahnya ada dimana dan terkait dinaikkan atau tidak anggarannya masih belum diketahui,” tutupnya. (Mr/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

67 − = 65

Back to top button