Minat ke Sekolah Negeri Menurun, DPRD Kaltim Dorong Evaluasi Layanan Pendidikan Dasar
Garda.co.id, Samarinda – Ribuan bangku kosong menghantui sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Samarinda pada awal tahun ajaran baru 2025/2026. Data menunjukkan lebih dari 2.000 kursi tak terisi, sementara sekolah swasta justru dipenuhi pendaftar. Kondisi ini memicu keprihatinan DPRD Kalimantan Timur yang menilai sekolah negeri perlu melakukan pembenahan serius.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, mengatakan bahwa situasi ini harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pendidikan di sekolah negeri.
“Ini menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap sekolah swasta lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri. Sekolah negeri perlu berbenah,” tekannya.
Menurutnya, persepsi tentang mutu pendidikan yang lebih unggul di sekolah swasta menjadi alasan utama berpalingnya orang tua. Di sisi lain, meski daya tampung SD negeri terbilang besar, minat pendaftar tetap rendah.
“Rasio ketersediaan bangku SD di Samarinda memang cukup tinggi. Tapi, di saat yang sama, banyak sekolah swasta yang berhasil membangun kepercayaan publik, sehingga masyarakat cenderung mendaftarkan anak-anaknya ke sana,” imbuhnya
Dirinya juga menyoroti faktor ekonomi sebagai salah satu pendorong tren ini. Dengan tingkat pendapatan masyarakat yang cukup baik, sebagian besar orang tua merasa sanggup membayar biaya sekolah swasta demi jaminan pendidikan berkualitas.
“Apalagi ini pendidikan dasar, ya. SD itu kan anak-anak masih kecil, orang tua tentu ingin menyekolahkan anaknya di tempat yang terbaik, tanpa harus keluar kota,” sambung Darlis.
Darlis menekankan bahwa kondisi ini patut menjadi alarm bagi pemerintah dan pengelola sekolah negeri. Dirinya mengingatkan, jika tak segera dibenahi, maka sekolah-sekolah negeri akan terancam atas minimnya jumlah peserta didik.
“Kalau terus turun jumlah muridnya, bisa saja nanti Kementerian mengambil kebijakan untuk menutup sekolah-sekolah negeri tertentu. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang,” tutupnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






