DPRD KALTIMMetropolis

Mimi Soroti Kurangnya Tenaga Pendidik, Permasalahan Dasar Dunia Pendidikan di Kaltim

Garda.co.id, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Mimi Meriami BR Pane menyorot tajam kurangnya jumlah tenaga pendidik di Kalimantan Timur.

Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela jalannya Rapat Paripurna ke-19 DPRD Kaltim yang digelar di Gedung Utama (B) Komplek Kantor DPRD Kaltim, Rabu (21/6/2023).

Meskipun pengangkatan guru menjadi wewenang Pemerintah Pusat, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memiliki mekanisme kebijakan atas momok masalah pendidikan di Benua Etam ini.

“Kami ini menyampaikan keluhan, dari Kepala Sekolah dan para guru khususnya di Kota Samarinda dan Balikpapan. Bagaiamana mau menambah kelas untuk menampung jumlah siswa yang lebih, sedangkan faktanya kita kekurangan guru,” jelas Mimi, Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan.

Ia menilai, kurangnya tenaga pendidik ini tentu berdampak pada mekanisme pembelajaran yang kurang efektif, belum lagi bicara tentang kesejahteraan guru yang pihaknya terus perjuangkan dan suarakan di Parlemen Kaltim.

Lebih lanjut, peran Pemprov Kaltim sangat dibutuhkan dalam merumuskan mekanisme kebijakan yang tepat dan terukur atas fenomena kurangnya guru yang menjadi permasalahan dasar dalam dunia pendidikan di Benua Etam.

Terakhir, Mimi optimis jika disiapkan mekanisme kebijakan yang baik mahasiswa/i keguruan lulusan kampus-kampus di Kaltim secara kualitas dirasa sangat mumpuni untuk mengisi kurangnya jumlah tenaga pendidik tersebut.

“Saya rasa lulusan-lulusan kampus di Kaltim siap  kalau memang ada panggilan, baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang diketahui cukup banyak,” tutupnya. (Rifai/Garda.co.id)

BACA JUGA :  Rapat Paripurna ke-9, DPRD Kaltim Laporkan Hasil Reses Masa Sidang I Tahun 2023
Back to top button