DPRD KALTIMPariwara

Komunikasi Dengan Yayasan Intens Dilakukan, Fuad Dukung Pemprov Hidupkan RSI

Garda.co.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Fuad Fakhruddin membeberkan niatan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, untuk mengaktifkan kembali Rumah Sakit Islam (RSI) di Kota Samarinda, yang telah lama tidak beroperasi.

“Jadi beliau antusias memastikan bahwa

bagaimana secara hukum, legalnya Rumah Sakit Islam ini bisa hidup kembali,”  ucapnya.

Fuad mengungkapkan bahwa RSI pernah mengalami permasalahan akibat sengketa lahan antara yayasan dan Pemprov Kaltim, namun kini kasus tersebut telah selesai.

Sebagai informasi, operasional RSI ditutup karena adanya konflik antara Yayasan Rumah Sakit Islam (Yasri) dengan Gubernur pada waktu itu. Hal ini bermula dari terbitnya SK Gubernur Kaltim pada 25 Juli 2016. Dalam SK tersebut, RSI yang menggunakan bangunan pemprov, pengelolaannya menjadi di bawah manajemen RSUD AW Sjahranie yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kaltim.

Pemprov Kaltim dan Yarsi kemudian melakukan Memorandum of Understanding (MoU) pada 3 Agustus 2016. Penandatanganan dilakukan Direktur Utama RSUD AW Sjahranie Rahim Dinata Majidi dan Ketua Yasri Samarinda Ramli Yahya.

Gubernur Awang Faroek menyebutkan aset pemprov yang dipinjampakaikan kepada RSI berupa lahan seluas 18.687 meter persegi senilai Rp103,5 miliar dan bangunan lama dengan luas tanah 4.237 meter persegi senilai Rp 4,97 miliar. Pemprov juga membantu pembangunan gedung baru yang memakan waktu delapan tahun dengan total nilai Rp131,74 miliar.

Beberapa hari setelah MoU diteken, papan nama RSI berganti menjadi RSUD Islam Klas C AW Sjahranie. Pengurus Yarsi menolak dengan alasan belum ada Surat Perjanjian Kerja Bersama (SPKB). Sementara MoU disebut Pemprov sudah mencakup itu. Gejolak berlanjut hingga berujung tidak diperpanjangnya izin

BACA JUGA :  Dewan Dukung Polder Air Hitam Jadi Tempat Wisata, Dinilai Sebagai Potensi Besar Peningkatan PAD

operasional rumah sakit ini.

“Nah beliau merasa bahwa inilah yang selama ini menjadi pertanyaan besar masyarakat sehingga beliau mau merealisasikan RSl yang merupakan ikon Samarinda khususnya bisa bangkit lagi,” terang Fuad.

Lanjut Fuad, terkait target pengoperasian dalam beberapa hari ini Gubernur Kaltim sudah intens memerintahkan timnya berkonsultasi dengan yayasan.

“Saya kira beliau mampu, secara pribadi pun beliau mampu. Kalaupun nanti terhalang anggaran pemerintah tidak sanggup, secara pribadi beliau mampu karena kan swasta juga itu dan DPRD mendukung karena memang salah satu rumah sakit yang dulu menjadi favorit. Masa cuma RS Dirgahayu yang bisa besar. Islam harus lah,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

Back to top button