Abdul Rasyid Ingatkan RPJMD Kukar Harus Hadirkan Program yang Berdampak Nyata
Garda.co.id, Tenggarong– Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasyid, menekankan bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025โ2029 harus menghadirkan program yang terencana, terukur, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Pembahasan Rancangan Awal RPJMD yang digelar di Ruang Badan Musyawarah DPRD Kukar, belum lama ini.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, didampingi Wakil Ketua II Junadi dan Wakil Ketua III Aini Farida, serta dihadiri anggota DPRD dari berbagai fraksi, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, dan Plt Kepala Bappeda Kukar, Syarifah Vanesa Vilna.
Dalam kesempatan itu, Abdul Rasyid menyoroti sejumlah program pembangunan di masa lalu yang dinilainya belum memberikan hasil maksimal. Ia menyebut program jarak pagar, rumput gajah, hingga revolusi daging yang pernah dijalankan, namun tidak memberikan dampak jelas bagi masyarakat.
โKita pernah jalankan program jarak pagar, lalu rumput gajah, dan revolusi daging. Semuanya tidak jelas hasilnya. Masyarakat sudah diarahkan menanam ini-itu, tapi akhirnya bingung sendiri saat mau memasarkan hasilnya,โ ungkapnya.
Rasyid bahkan menyindir program rumput gajah yang populer disebut gajah mani, tetapi menurutnya justru tidak menghasilkan money. Ia menegaskan bahwa pengalaman serupa tidak boleh terulang dalam RPJMD ke depan.
โKe depan, program yang kita buat harus jelas dari awal hingga akhir, dari produksi sampai ke pasar. Harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,โ tegasnya.
Selain itu, ia menyinggung besarnya investasi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sudah digelontorkan lima tahun terakhir. Menurutnya, tanpa pengoperasian yang tepat, investasi tersebut tidak akan memberikan nilai tambah bagi petani.
โKalau sawit bisa jadi andalan, kita harus bantu masyarakat dengan bibit, pelatihan, dan pendidikan yang sesuai. Saya yakin, sektor pertanian bisa jauh lebih berkembang,โ ujarnya.
Ia menekankan bahwa pertanian harus ditempatkan sebagai sektor prioritas pembangunan lima tahun mendatang. Hal ini, kata dia, akan menjadi landasan kuat bagi Kukar dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Sebagai penutup, Abdul Rasyid mengingatkan bahwa RPJMD tidak boleh sekadar menjadi dokumen formal, melainkan panduan strategis yang menghadirkan program unggulan berbasis kebutuhan riil.
โKita tidak ingin lagi ada program yang cuma ramai di awal, tapi tidak meninggalkan hasil. Mari kita bangun Kukar dengan program yang berdampak nyata,โ pungkasnya. (Adv/fa)






