DPRD PPUPariwara

Pelabuhan Harus Punya Fasilitas Parkir Sebelum Tarik Retribusi

 

Garda.co.id, PPU – Anggota Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Adla Dewata, mendorong pemerintah daerah segera membangun fasilitas parkir yang memadai di kawasan pelabuhan. Ia menilai, pelabuhan seperti Feri, Klotok, dan Speed Boat memiliki potensi ekonomi tinggi yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi parkir.

“Misalnya di Pelabuhan Feri, Klotok, dan speed boat itu. Kalau dikelola bagus, bisa jadi pemasukan,” ujar Adla Dewata.

Menurutnya, pelabuhan merupakan salah satu titik strategis dengan lalu lintas kendaraan dan aktivitas masyarakat yang cukup padat. Potensi tersebut sangat besar, namun hanya bisa dimaksimalkan jika didukung oleh infrastruktur yang memadai, khususnya fasilitas parkir resmi.

Adla menegaskan bahwa pemungutan retribusi tanpa fasilitas yang layak tidak hanya menyalahi prinsip keadilan, tetapi juga berisiko melahirkan persoalan hukum dan keresahan sosial. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak boleh serta-merta menetapkan kebijakan retribusi parkir tanpa menyiapkan sarana pendukung terlebih dahulu.

“Pemerintah tidak bisa serta-merta melakukan itu. Harus disiapkan tempatnya dulu,” katanya dengan nada tegas.

Ia juga mengkritisi kondisi infrastruktur parkir di PPU yang dinilai masih minim dan belum merata, terutama di kawasan-kawasan ramai seperti pelabuhan. Menurutnya, kurangnya fasilitas ini menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya menciptakan sistem parkir yang tertib, legal, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Adla mengingatkan bahwa penataan parkir harus memperhatikan karakteristik wilayah PPU yang belum memiliki kepadatan penduduk merata. Oleh sebab itu, perencanaan pembangunan parkir harus berbasis data dan dilakukan secara selektif agar tepat sasaran dan efisien dalam anggaran.

Ia berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah konkret dengan merancang pembangunan kantong parkir di zona strategis. Menurutnya, penyediaan fasilitas parkir bukan hanya soal menata kendaraan, tetapi juga merupakan bagian dari strategi meningkatkan PAD secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Kutai Kartanegara Berkomitmen Dukung Pembangunan Fasilitas BNNP Kaltim

“PPU masih menyebar, bukan daerah yang padat. Jadi, pengelolaan parkir harus lebih cermat dan berbasis data,” tutup Adla. (Dry/Adv)

Back to top button