Isu Pendidikan di Dua Kota Besar Kaltim Terus Menghantui, DPRD Kaltim Minta Segera Ditangani
Garda.co.id, SAMARINDA — Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang, sejumlah isu krusial dalam sektor pendidikan di Kota Balikpapan dan Samarinda kembali mencuat. Mulai dari ketimpangan mutu hingga kekurangan sarana dan prasarana, masalah-masalah ini memerlukan perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan harus segera dituntaskan.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menegaskan bahwa meskipun terdapat kemajuan, perbaikan sektor pendidikan di kedua kota tersebut masih membutuhkan banyak pembenahan. Di Samarinda, meski fasilitas pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) cukup memadai dan mampu menampung lulusan SMP setiap tahunnya.
Namun masalah baru muncul yakni banyak siswa yang lebih tertarik untuk masuk ke sekolah-sekolah favorit. Hal ini menyebabkan pemerataan kualitas pendidikan menjadi tidak merata.
“Samarinda sebenarnya sudah cukup. Sarana dan daya tampungnya tersedia. Tapi anak-anak kita hanya ingin mendaftar di sekolah-sekolah tertentu, sehingga terjadi ketimpangan mutu,” ucapnya saat ditemui, Senin (28/4/2025).
Berbeda dengan Samarinda, lanjut H. Baba, Balikpapan justru masih bergelut dengan keterbatasan infrastruktur pendidikan. Saat ini, Balikpapan hanya mampu mengakomodasi sekitar 51 persen lulusan SMP yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, ini sebagai tanda bahwa perlunya penambahan fasilitas dan peningkatan infrastruktur pendidikan di kota Beriman tersebut.
“Balikpapan masih kekurangan infrastruktur pendidikan. Sarana dan prasarana sekolah belum cukup untuk menampung semua siswa,” imbuhnya.
Menindaklanjuti permasalahan yang tiap tahun terjadi itu, Pemkot Balikpapan telah mengajukan permohonan pembangunan dua SMA dan dua SMK baru. DPRD Kaltim, disebutnya, berkomitmen penuh untuk terus mengawal pembangunan pendidikan di daerah ini.
“Pendidikan adalah fondasi utama dalam pembangunan daerah. Karena itu, kami akan terus mendorong agar persoalan ini segera ditangani,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






