Ingin Gratispoll Berjalan Optimal, Darlis Berikan Beberapa Catatan Menarik
Garda.co.id, Samarinda – Program Gratispoll pendidikan gratis yang akan berjalan bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026, mendapat perhatian dari legislator Kalimantan Timur.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi memyampaikan perlunya pengawasan terhadap pelaksanaan program ini, khususnya penjagaan independensi perguruan tinggi.
Darlis menilai, skema pembiayaan penuh dari pemerintah dapat mengundang minat lebih banyak generasi muda terhadap perguruan tinggi. Namun, dibalik itu ada risiko yang ditanggung perguruan tinggi jika terlalu bergantung pada dana pemerintah.
“Kampus harus tetap menjadi ruang berpikir yang bebas dan kritis. Jangan sampai karena takut kehilangan anggaran, institusi pendidikan justru kehilangan keberaniannya menyuarakan kebenaran,” jelasnya.
Darlis memberi perhatian terhadap teknis program, yakni bagi mahasiswa baru yang masuk melalui jalur prestasi yang telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), saat ini menunggu proses pengembaliannya. Hal ini dikarenakan belum rampungnya perjanjian kerja sama (PKS) antara pemerintah provinsi dan masing-masing perguruan tinggi.
“Dana UKT akan dikembalikan, tetapi prosesnya menunggu PKS selesai. Ditargetkan paling lambat Agustus atau awal September,” bebernya.
Selain isu ideoendensi kampus, Darlis juga menyoroti kebijakan beasiswa untuk pendidikan S3 khususnya persyaratan penerima bantuan bagi tenaga pendidik.
“Banyak dosen dan guru baru mendapat peluang studi lanjut setelah usia 40 tahun, dan mereka masih sangat produktif. Jangan dibatasi secara kaku,” lanjutnya.
Darlis juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan akademik terhadap penerapan program unggulan ini, meskipun terjadi keterlambatan pencairan anggaran.
“Ini bukan proyek fisik yang bisa ditunda. Pendidikan harus berjalan terus dengan profesionalisme. Kampus tidak boleh menjadikan birokrasi sebagai alasan menurunnya kualitas layanan kepada mahasiswa,” imbuhnya.
Untuk memperbaiki sistem yang baru ini, kata Darlis, perlunya sinkronisasi antara kalender akademik perguruan tinggi dengan pengesahan anggaran pemerintah. Hal ini perlu dilakulan guna menghindari adanya keterlambatan pengembalian UKT mahasiswa kedepannya.
Sebelum menghakhiri, Darlis menegaskan pihaknya berkomitmen untuk lakukan pengawasan penuh terhadap program Gratispoll. Tujuannya adalah memastikan program ini benar benar tepat sasaran, adil, transparan serta independensi Perguruan Tinggi tetap terjaga. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






