DPRD SamarindaPariwara

DPRD Samarinda Dorong Peningkatan PAD Melalui Retribusi Aplikasi Online

Garda.co.id, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penarikan retribusi aplikasi online.

Diketahui, Pendapatan Asli Daerah di Kota Tepian cenderung stagnan hanya sampai pada kisaran 500 Miliar dari beberapa tahun belakang. Menurut Fuad Fakhurddin, Komisi II DPRD Samarinda berinisatif mencari jalan keluar atas berbagai kendala untuk meningkatkan PAD.

Fuad Fakhruddin Mengatakan Bahwa, akibat adanya pandemi covid – 19 menyebabkan PAD cenderung stagnan, sehingga dengan adanya kendala tersebut, ia bersama rekan di Komisi II benisiatif memungut retribusi dari Aplikasi Online, pasalnya ia beranggapan aplikasi online ini kerap digunakan masyarakat saat masa sulit ini, sehingga dianggap mampu untuk membantu menambah pendapatan daerah.

“Aplikasi Online akan kita coba tarik retribusinya, biarkan dia mewarnai hidup kita dimasa pandemi seperti ini, tapi kalau bisa aplikasi tersebut dapat berkontribusi buat daerah,” Ucapnya pada Media ini saat ditemui diruang komisi, Senin (3/10/2021).

Fuad mengungkapkan bahwa kegiatan dalam aplikasi tersebut bisa menguntungkan daerah. Menurutnya, kecanggihan teknologi memang perlu namun juga perlu formulasi agar aplikasi online mampu berkontribusi dalam meningkatkan PAD.

“namanya sudah zaman yang canggih jadi saya pikir sah-sah saja apabila ditarik retribusi, walaupun seribu, dua ribu, tiga ribu, tapi kalau dikalkulasikan cukup besar juga,” ungkapnya.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut menyinggung Aplikasi Ojek Online yang saat ini gencar digunakan masyarakat sebagai salah satu aplikasi yang dapat memudahkan mobilitas dan meningkatkan Ekonomi masyarakat, sehingga aplikasi tersebut dianggap sebagai peluang untuk meningkatkan PAD Kota Samarinda.

“selama ini nggak ada lho pajak dari Gojek dan Aplikasi Ojol lainnya, padahal kan mereka beraktivitas dilingkup kota,” tuturnya.

Lanjutnya, Ia mengaku akan berupaya membahas penarikan pajak dari aplikasi tersebut bersama Rekan di Komisi II DPRD Samarinda.

“Akan kami buat dan akan kami diskusikan, nanti juga akan kami pikirkan difokus mana yang bisa kita tarik retribusi dari mereka,”. Tutupnya. (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button