DPRD KukarPariwara

DPRD Kukar: Mendengar dan Membela Suara Desanya dengan Hati

 

Garda.co.id, Tenggarong– Rabu (14/5/2025) menjadi hari yang berkesan bagi warga Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Di ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kukar, muncul suasana hangat yang menggambarkan kepedulian nyata para wakil rakyat terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Kukar, Agustinus Sudarsono, memimpin langsung diskusi yang dihadiri pula oleh anggota komisi serta Kepala Desa Lung Anai, Lucas Nay, bersama para pemangku adat setempat.

RDP ini bukan sekadar forum administratif, melainkan panggung untuk mendengar suara akar rumput yang selama ini merasa terdesak oleh aktivitas korporasi di wilayah mereka.

“Kami datang membawa suara masyarakat yang merasa semakin terdesak oleh aktivitas perusahaan pemegang HGU. Bertani dan berkebun tak lagi senyaman dulu,” ungkap Lucas Nay.

Ia menambahkan bahwa kegiatan perkebunan seperti sawit, karet, dan kakao yang sudah menjadi tradisi turun-temurun kini terancam hilang akibat keterbatasan ruang hidup yang semakin menyempit.

Dari sisi pemerintah kecamatan dan instansi terkait, mereka menjelaskan bahwa perizinan Hak Guna Usaha (HGU) memang berada di bawah kewenangan pusat.

Namun Komisi I DPRD Kukar menegaskan bahwa suara warga tidak akan berlalu begitu saja.

“Kami akan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi wilayah yang sudah dikelola oleh warga,” tegas Agustinus Sudarsono.

“Kami siap bertemu perusahaan dan memperjuangkan agar lahan tersebut bisa dienklave-kan. Ini bukan soal ruang saja, tapi ketahanan pangan dan pelestarian budaya,” tambahnya.

Prestasi Desa Lung Anai yang dikenal lewat produk Cokelat Lung Anai di tingkat provinsi hingga nasional menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki desa ini. Potensi tersebut bisa berkembang lebih baik jika mendapatkan ruang yang memadai.

BACA JUGA :  Fenomena Yang Terjadi Di Sungai Karang Mumus, DPRD Samarinda Angkat Bicara

RDP tersebut mengingatkan kita bahwa dalam geliat pembangunan dan investasi, keseimbangan dengan kepentingan masyarakat adat dan budaya harus tetap dijaga. Komisi I DPRD Kukar menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar lembaga legislatif, melainkan juga penjaga suara rakyat.

“Kami berkomitmen memastikan hak dan budaya masyarakat Desa Lung Anai terlindungi dan berkembang,” tutup Agustinus Sudarsono. (Adv/fa)

Back to top button