DPRD KukarPariwara

DPRD Kukar Hadir di Tengah Warga Loa Janan: Bukti Nyata Kepedulian di Saat Bencana

 

Garda.co.id, Kukar – Ketika bencana tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Loa Janan, secercah harapan muncul dari ruang rapat Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Pada Senin (2/6/2025), suara masyarakat yang sempat tertimbun duka akhirnya mendapat ruang untuk didengar, dijawab, dan dicari solusinya bersama.

Dipimpin oleh Johansyah, anggota Komisi III DPRD Kukar, Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini menjadi panggung nyata bagaimana DPRD tidak hanya hadir secara formal, tetapi juga secara moral dan sosial.

“Kerja kita ini kerja demi Allah. Kita buat ini untuk masyarakat,” ujar Johansyah.

Rapat tersebut juga dihadiri Ketua Komisi III, Farida, Camat Loa Janan, sejumlah kepala desa terdampak, serta dinas teknis seperti Dinas Sosial dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Semua hadir bukan untuk saling menyalahkan, tapi merumuskan langkah bersama agar warga yang terdampak bisa segera pulih.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah soal relokasi warga yang rumahnya terdampak longsor. Johansyah menegaskan bahwa DPRD akan memastikan lahan pengganti disiapkan dan pembangunan rumah dilakukan lewat Dinas Perkim.

“Warga yang terkena longsor, akan kita carikan lahan dan kita bangunkan rumahnya. Ini bentuk tanggung jawab kita,” tegasnya.

Tak hanya tempat tinggal, kebutuhan dasar warga juga menjadi perhatian. Melalui koordinasi dengan Dinas Sosial, Johansyah meminta agar bantuan sembako segera disalurkan ke lapangan.

“Jangan sampai warga menunggu terlalu lama. Kalau sembako sudah tersedia, segera turunkan,” tambahnya.

Meski banyak tantangan dalam penanganan pascabencana, Johansyah mengingatkan pentingnya menjaga niat dan integritas.

“Kalau pun ada hal-hal yang terjadi di luar kendali kita, jangan biarkan itu menyurutkan langkah. Kita tetap berjalan sesuai prosedur dan niat baik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Atlet Usia Dini Tampil Memukau Dalam Kejuaraan Panahan, Rasman Sebut Peningkatan Pembinaan Atlet

Forum RDP ini tak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga titik temu antara empati dan aksi nyata. Sinergi yang terbangun antara DPRD, pemerintah kecamatan, OPD teknis, dan masyarakat menunjukkan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, kolaborasi tetap menjadi kunci harapan.

Langkah-langkah konkret yang telah dirancang menunjukkan bahwa DPRD Kukar tidak hanya bicara, tetapi juga bertindak.

“Kita tidak ingin ada warga yang merasa sendiri dalam situasi sulit. DPRD hadir untuk memastikan suara mereka terdengar dan dibela,” pungkas Johansyah.

Melalui pendekatan yang humanis dan kebijakan yang berpihak, DPRD Kukar membuktikan bahwa mereka adalah garda terdepan dalam menghadirkan solusi, terutama ketika masyarakat menghadapi masa-masa tersulit.

Semangat gotong royong dan kerja sosial inilah yang menjadi pilar bagi warga Loa Janan untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan harapan baru. (Adv/fa)

Back to top button