Target 2 Juta Wisatawan, Kukar Siap Jadi Magnet Baru Wisata Kaltim 2025
Garda.co.id, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menatap tahun 2025 sebagai titik balik emas dalam sejarah pariwisatanya.
Dengan target ambisius 2 juta kunjungan wisata, Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata tak hanya memacu angka statistik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi poros baru wisata Kalimantan Timur, sejajar dengan Balikpapan dan Samarinda.
Plt Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyebut target 2 juta ini bukan sebatas angka simbolik, melainkan representasi dari semangat membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalau 2024 kita berhasil meraih 1,2 juta kunjungan, maka 2 juta di 2025 bukan mimpi. Ini langkah konkret untuk menjadikan Kukar sebagai magnet wisata regional, bahkan nasional,” tegasnya, Senin (7/4/2025).
Langkah untuk mencapai target ini bukan tanpa dasar. Kukar saat ini sudah berada di posisi ketiga jumlah kunjungan wisatawan di Kaltim.
Namun Dinas Pariwisata melihat posisi tersebut sebagai peluang untuk menyalip dengan strategi destinasi yang lebih beragam, branding yang kuat, dan peran aktif komunitas lokal.
Berbagai destinasi unggulan telah dimodernisasi dan dipromosikan secara masif. Museum Mulawarman tetap menjadi episentrum wisata budaya, namun kini dikemas lebih interaktif berkat revitalisasi area makam kuno di belakangnya.
Sementara itu, destinasi wisata pesisir seperti Pantai Panrita Lopi dan Pulau Pengempang mulai menggeliat sebagai ikon baru wisata bahari.
Tak hanya itu, Bukit Bengkirai di Samboja Barat terus mendominasi wisata alam, dan hadirnya destinasi Lakeview di wilayah eks tambang memperkuat positioning Kukar sebagai kabupaten yang mampu mentransformasi ruang industri menjadi ruang wisata.
“Ini momentum kita. Kukar tidak hanya menawarkan alam dan budaya, tapi juga keberanian dalam membentuk identitas wisata baru yang adaptif dan visioner,” ujar Ivan.
Upaya pencapaian target 2 juta juga didukung strategi promosi digital, kolaborasi dengan pelaku industri kreatif, serta sinergi lintas sektor termasuk dengan komunitas desa wisata dan pelaku UMKM lokal.
Setiap destinasi diarahkan agar tidak hanya menjadi tempat singgah, tapi menciptakan pengalaman yang meninggalkan kesan.
Dengan target besar ini, Kukar tidak hanya mengejar posisi dalam peta wisata Kaltim, tetapi mengukuhkan diri sebagai wajah baru pariwisata inklusif, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (Mft/Adv/DiskominfoKukar)






