Dispora Kaltim Akan Rekomendasikan 10 Pemuda Terbaiknya Mengikuti PKPMN
Garda.co.id, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Pelatihan Kader Pemimpin Muda Daerah (PKPMD).
Selama hampir sepekan peserta PKPMD dibekali berbagai ilmu dan pengalaman terkait kepemimpinan, ilmu politik dan kebudayaan.
Bidang pengembangan pemuda melalui Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi menyampaikan seluruh kegiatan peserta mendapatkan penilaian sebagai penentuan peserta terbaik. Hal ini dilakukan sebagai seleksi mandiri menuju Pelatihan Kader Pemimpin Muda Nasional (PKPMN) yang dilakukan Kemenpora.
“Yang pertama tentu dari paparan proyek perubahan masing-masing peserta. Kami lihat bagaimana mereka mampu menganalisis kondisi di lingkungan mereka, serta menanggapi dinamika Kalimantan Timur, baik secara sosial, politik maupun ekonomi,” ungkapnya.
Rusmulyadi menambahkan selama materi berlangsung seluruh aspek peserta pun mendapatkan perhatian dari tim penilaian mulai dari keterlibatan peserta dalam setiap sesi materi, kepatuhan terhadap jadwal, serta komitmen terhadap aturan dan tata tertib pelatihan.
“Kita punya tim yang mendampingi selama 24 jam, baik dari Dispora, alumni, maupun pendamping dari TNI dan Polri. Mereka semua mencatat dan memberikan penilaian, termasuk sikap dan kedisiplinan peserta sejak di asrama hingga sesi pembelajaran,” imbuhnya.
Aspek penilaian ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta benar-benar menunjukkan pengembangan diri, lanjut Rusmulyadi, nantinya sepuluh peserta akan direkomendasi ke Kemenpora sebagai calon peserta PKPMN.
“Kita hanya memberikan rekomendasi. Keputusan akhir tetap di tangan Kemenpora. Tapi setidaknya kita tahu siapa yang kita kirim, bukan asal menunjuk,” tekannya.
Dirinya mengungkapkan bahwa kehadiran PKPMD selain ingin meningkatkan kualitas pemuda Katim, Rusmulyadi juga ingin memperbaiki sistem pengiriman peserta PKPMN yang sebelumnya hanya untuk memenuhi kuota daerah.
“Dulu sering tiba-tiba ada yang datang minta rekomendasi ke nasional. Padahal kami tidak tahu latar belakang dan kemampuan mereka. Kita khawatir kalau nanti mengecewakan di tingkat pusat, nama Kaltim yang jadi taruhan,” tutupnya. (Dry/Adv/DisporaKaltim)







