Disdikbud Kaltim Sampaikan Soal Dampak Jika Kelas Siswa Kerap Kali Jamkos
Garda.co.id, Samarinda– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim sebut peran guru sangat penting dalam mendidik dan memberikan pembelajaran kepada siswa.
Sebab hal itu bisa membantu mencapai kesuksesan proses belajar-mengajar di sekolah, yang turut mempengaruhi mutu dan prospek para siswa di masa depan.
Sehingga Disdikbud Kaltim menyikapi persoalan leberadaan fenomena kelas kosong sebenarnya berpotensi menimbulkan efek negatif pada proses belajar-mengajar di sekolah.
Dampak tersebut secara langsung dirasakan oleh para siswa, yang dapat mengganggu perkembangan mereka dalam berbagai aspek seperti pengetahuan, sikap, dan disiplin di masa mendatang.
Jasniansyah Kabid Pembinaan SMA mengatakan bahwa penyebab kelas kosong ini telah dianalisis oleh Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemendikbud pada tahun 2013.
Berdasarkan publikasi tersebut, teridentifikasi 11 faktor penyebab, dengan “izin resmi untuk keperluan di luar sekolah” (33,33%) menjadi alasan utama ketidakhadiran guru.
Faktor ini diikuti oleh “sakit dengan surat keterangan” (19,05%) dan “tugas rapat di luar lokasi sekolah” (15,48%).
Adapun faktor keempat adalah “diberi tugas pelatihan” (15,48%), dengan tujuh faktor lainnya masing-masing kurang dari 5%. Data tersebut mengindikasikan peran manajemen sekolah dalam kasus ketidakaktifan guru.
Selain itu, data yang sama juga mengungkap beberapa dampak merugikan bagi para siswa akibat situasi kelas kosong yang mereka hadapi. Ini termasuk
“ketidakdisiplinan siswa (20,26%), ketinggalan materi pelajaran (18,55%), penurunan efektivitas belajar (18,24%), dan gangguan terhadap kelas lain (15,17%),” pungkasnya. (mal/adv)






