Desman : Reses Jadi Ruang Dialog Aspirasi Warga Melayu
Garda.co.id, Tenggarong– Reses anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tenggarong, Desman Minang Endianto, kembali menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat.
Agenda reses yang digelar Selasa malam (5/8/2025) di Jalan Kartini, Gang 2, Kelurahan Melayu, berlangsung penuh keterbukaan dengan menghadirkan warga, tokoh masyarakat, serta ketua RT setempat.
“Reses ini penting untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat, tokoh, dan ketua RT. Kita mendengarkan apa saja yang menjadi kebutuhan, lalu menyampaikannya ke pihak eksekutif,” ujar Desman ketika diwawancarai awak media di sela kegiatan.
Sejak dilantik pada 2024, Desman mengaku telah memperjuangkan sejumlah usulan masyarakat yang berhasil diwujudkan secara bertahap.
Meski belum banyak kegiatan terealisasi pada tahun ini, ia memastikan aspirasi yang masuk tetap diproses hingga tahun 2025.
“Meski tidak banyak kegiatan, tapi ini berlanjut hingga 2025,” ungkapnya.
Namun, Desman juga menegaskan bahwa tidak semua usulan bisa langsung terealisasi. Menurutnya, ada sejumlah kendala administratif yang harus dipenuhi sebelum diajukan ke pihak eksekutif.
“Termasuk infrastruktur lingkungan, minimal harus ada proposal dan titik koordinat,” jelasnya.
Ia mencontohkan, pengajuan bantuan untuk UMKM, kelompok tani, maupun peternak harus disertai proposal resmi agar bisa dipertimbangkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Hal ini dinilainya penting agar aspirasi yang masuk bisa ditindaklanjuti secara tepat dan sesuai prosedur.
“Kalau masyarakat bisa memahami mekanisme administratif yang berlaku, maka prosesnya akan lebih mudah dan cepat,” tambah Desman.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa peran DPRD adalah menjembatani dan memperjuangkan usulan masyarakat, sementara pelaksanaannya ada di ranah pemerintah daerah.
“Karena kalau di DPRD kan ya hanya tadi, sifatnya mendengarkan dan berharap bisa diwujudkan melalui eksekutif,” tuturnya.
Melalui reses yang rutin digelar, Desman berharap sinergi antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif terus terbangun.
Baginya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog nyata yang memperkuat hubungan wakil rakyat dengan konstituennya. (Adv/fa)






