DPRD Samarinda

Proyek Terowongan Ingin Tambah Anggaran, DPRD Samarinda Sebut Akan Telaah Kebutuhan

Garda.co.id, SAMARINDA– Proyek Terowongan yang menghubungkan Jalan Sulfan Alimuddin dan Jalan Kakap terus digenjot pekerjaannya.

Belum lama ini Komisi III DPRD Samarinda melakukan peninjauan langsung ke proyek tersebut untuk mengecek perkembangan pekerjaan dan juga menanggapi usulan penambahan anggaran yang diajukan pemerintah.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan peninjauan ini dilakukan untuk mengecek pekerjaan terowongan yang berpotensi mengalami longsor khususnya di jalur masuk dan keluar serta beberapa pekerjaan lanjutan di bagian terowongan.

Berdasarkan keterangan dari pihak pelaksana proyek, terjadi penambahan panjang struktur terowongan hingga total 126 meter sebagai langkah penguatan konstruksi.

Atas beberapa pekerjaan yang akan dilakukan, Deni mengungkapkan pihaknya memberi perhatian pada rencana penambahan anggaran sekitar Rp. 90 Milliar yang diajukan untuk pekerjaan penataan lereng di area inlet.

“Nilai ini cukup besar. Kami akan menelaah kembali apakah kebutuhan anggaran tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi teknis di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, proyek ini juga telah mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp32 miliar hingga Rp50 miliar untuk penguatan struktur beton. Karena itu, DPRD menilai perlu ada kajian mendalam agar penggunaan anggaran tetap efektif.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda yang turut hadir dalam peninjauan belum dapat memastikan apakah tambahan anggaran tersebut sudah masuk dalam alokasi APBD 2026. DPRD pun masih menunggu penjelasan resmi dari instansi terkait terkait kepastian pendanaan proyek itu.

Selain soal anggaran, kepastian jadwal operasional terowongan juga menjadi sorotan masyarakat. Pihak kontraktor mengungkapkan adanya perubahan prosedur, yakni proyek harus lebih dulu mengantongi Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sebelum dapat difungsikan.

DPRD berharap seluruh tahapan administrasi dan teknis bisa segera dirampungkan agar terowongan dapat memasuki tahap uji coba dalam waktu dekat.

BACA JUGA :  Sorotan Komisi IV DPRD Samarinda Terhadap Dana Pendidikan di APBD

“Kami berharap setidaknya bisa dilakukan uji coba pada momen tertentu, dengan tetap mengutamakan aspek keamanan bagi pengguna,” imbuhnya

Dalam kesempatan tersebut, DPRD juga menerima berbagai keluhan warga terkait persoalan drainase di sekitar kawasan proyek. Di Jalan Sultan Alimuddin, warga melaporkan adanya limpasan air hujan yang mengarah ke area sekolah dan dikhawatirkan mengganggu aktivitas belajar.

Sementara itu, di kawasan Jalan Kakap, saluran drainase disebut belum berfungsi optimal sehingga berpotensi memicu genangan saat curah hujan tinggi.

Menanggapi hal tersebut, DPRD meminta pemerintah kota segera mengambil langkah penanganan melalui pembangunan maupun perbaikan sistem drainase agar keberadaan terowongan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat ketika mulai beroperasi.

“Pekerjaan proyek dan penanganan lingkungan sekitar harus berjalan seiring agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

Back to top button