DPRD PPU

Pentingnya Kejelasan Kompensasi dalam Relokasi Masyarakat Dampak Proyek Bandara VVIP

Garda.co.id, PPU – Hariyono, Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap proses relokasi masyarakat yang terdampak oleh pembangunan Bandara VVIP di PPU. Proyek strategis nasional ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, khususnya mereka yang telah lama menguasai tanah yang akan digunakan untuk proyek tersebut.

Hariyono menegaskan bahwa proses relokasi harus dilaksanakan dengan transparan dan adil, baik dalam hal penggantian lahan maupun kejelasan status lahan baru yang akan diberikan kepada masyarakat.

“Jika tanah masyarakat digunakan untuk kepentingan yang lebih besar, pemerintah harus memberikan penggantinya dengan sangat jelas dan layak,” ujar Hariyono.

Masyarakat yang terdampak proyek bandara ini telah menguasai tanah tersebut selama puluhan tahun, dan mereka sangat bergantung pada lahan yang akan digusur. Hariyono menambahkan bahwa mereka memiliki harapan agar lahan yang telah lama dikuasai memberikan akses yang memadai untuk kelangsungan hidup mereka di masa depan.

“Orang-orang yang sudah menguasai lahan selama puluhan tahun tentu berharap bahwa lahan mereka punya akses yang memadai,” jelasnya.

Hariyono menegaskan bahwa relokasi tanpa kompensasi yang sesuai bisa menimbulkan ketidakadilan yang serius bagi masyarakat yang bergantung pada lahan tersebut untuk kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar pemerintah memastikan kompensasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tidak memberatkan masyarakat.

Selain itu, Hariyono juga menyoroti pentingnya aspek ekosistem dan legalitas lahan pengganti. Lahan pengganti harus memiliki ekosistem yang setara dengan lahan lama, dan yang tak kalah penting adalah kejelasan status legalitasnya.

“Reforma agraria itu bagus, tapi yang lebih penting adalah memastikan bahwa lahan penggantinya jelas secara legalitas, serta layak dari segi akses dan kualitas,” tambahnya. (Dry/Adv)

BACA JUGA :  Sujiati Nilai Monokultur Padi Hambat Ketahanan Pangan Jangka Panjang di PPU
Back to top button