DPRD Samarinda

Deni Paparkan Tiga Budaya Politik di Masyarakat

Garda.co.id, SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar memaparkan tiga jenis budaya politik yang menggambarkan tingkat partisipasi politik dalam suatu masyarakat.

Ketiga budaya politik itu diantaranya politik parokial, politik kaula, dan budaya politik partisipan. Ia menjelaskan bahwa budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah.

“Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan parokial apabila frekuensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut,” jelasnya pada Selasa, (06/11/2023).

Kemudian, budaya politik kaula,yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif.

“Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan subyek jika terdapat frekuensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau terdapat pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah,” jelasnya.

Terakhir, budaya politik partisipan, yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Yang mana, masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik.

“Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung,”tutupnya.

BACA JUGA :  DPRD Sebut Akan Mengawasi Konsultan Perencanaan Jalan Samarinda
Back to top button