MetropolisRagam

Sistem Terintegrasi, Dinkes Kaltim Optimalkan Pelayanan Posyandu untuk Balita Hingga Lansia

Garda.co.id, Samarinda – Selain memaksimalkan penanganan tumbuh kembang balita dalam program menekan angka stunting, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) juga mengoptimalkan pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang lanjut usia (lansia). 

“Di posyandu akan lebih fokus pada pengawalan siklus kehidupan, di mana lansia, remaja, bayi, dan balita akan mendapatkan layanan yang terintegrasi dalam satu tempat,” jelas Kepada Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kaltim Fit Nawati saat diwawancarai, Jumat (14/7/2023). 

Ia menyampaikan, adanya integrasi pelayanan tersebut, Dinkes Kaltim berharap agar keluarga yang memiliki bayi atau balita juga akan membawa anggota keluarganya yang lansia ke posyandu.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan penanganan terhadap penyakit tidak menular dan mengupayakan kesehatan dan produktivitas lansia,” terangnya.

Ia juga berharap dengan adanya layanan yang terintegrasi tersebut, Dinkes Kaltim dapat memberikan perhatian yang holistik terhadap kesehatan masyarakat, termasuk pertumbuhan balita dan penanganan kesehatan untuk semua fase usia termasuk lansia.

“Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memaksimalkan upaya pencegahan stunting pada balita dan meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup lansia,” kata Fit Nawati. 

Lebih lanjut, dijelaskannya, dalam pengawasan posyandu bukan hanya Dinas Kesehatan yang terlibat, tetapi juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) serta dinas lain yang terkait. 

Ia menilai, satu diantara indikator yang penting dalam pelayanan posyandu adalah pertumbuhan bayi. Pemantauan pertumbuhan balita saat ini sekitar 40 persen, namun harapannya adalah mencapai minimal di angka 90 persen. 

“Dengan memantau pertumbuhan bayi, kita dapat mengetahui jika ada gangguan gizi dan melakukan intervensi sejak dini,” ucapnya. 

Terakhir Fit Nawati menuturkan, jika pertumbuhan bayi tidak naik, pada saat pemeriksaan kedua kali, mereka harus dirujuk. Jika ada indikasi masalah gizi, sudah cukup dengan satu kali pemeriksaan, maka bayi tersebut harus segera dirujuk.

BACA JUGA :  Reses, Samsun Tampung Aspirasi Masyarakat Samboja

 “Dengan demikian, petugas kesehatan dapat segera menangani masalah gizi  sejak dini,” pungkasnya. (Rifai/Garda.co.id)

 

Back to top button