DPRD Samarinda

Revitalisasi Pasar Pagi Dikebut, DPRD Samarinda Optimis Pedagang Bisa Tempati Lokasi Baru Tahun Ini

 

Garda.co.id, Samarinda – Progres pembangunan tahap kedua Pasar Pagi Samarinda kini telah mencapai 64 persen. Pengerjaan yang terus dipercepat ini memberikan harapan baru bagi para pedagang dan masyarakat, dengan target penyelesaian pada Oktober 2025 mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan optimismenya saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan beberapa waktu lalu. Ia menilai bahwa proses revitalisasi pasar yang terletak di pusat kota ini berjalan sesuai harapan.

“Alhamdulillah, kami juga menyaksikan langsung penjelasan dari kontraktor tahap kedua pembangunan Pasar Pagi,” ujar Deni.

Revitalisasi pasar yang menyerap anggaran sekitar Rp148 miliar itu telah memasuki tahapan instalasi perlengkapan utama seperti lift, eskalator, dan aksesori pendukung lainnya. Semua peralatan telah tersedia di lokasi dan tinggal menunggu pemasangan.

“Kami tidak ingin para pedagang Pasar Pagi kesulitan berjualan tahun depan. Harapannya, proyek ini selesai tahun ini, sehingga saat bulan puasa atau Idulfitri mendatang, mereka sudah bisa menempati lokasi baru yang telah disiapkan,” tambahnya.

Deni menyampaikan, setelah pembangunan fisik selesai, pengelolaan pasar akan dialihkan ke Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Samarinda. Disperindag nantinya akan bertugas membagi ruang usaha secara tepat sasaran agar pemanfaatan area pasar menjadi lebih efektif dan merata untuk semua pedagang.

Politikus Gerindra itu juga memberikan apresiasi terhadap hasil kerja pembangunan yang dinilainya mampu mengubah wajah Pasar Pagi secara signifikan. Dari kawasan yang dulu terkesan kumuh, kini bertransformasi menjadi pasar modern yang lebih bersih dan tertata.

“Kami bangga, revitalisasi Pasar Pagi yang sebelumnya kumuh, kini bisa menjadi lebih modern, higienis, dan tampak mewah. Harapannya, perawatannya ke depan juga baik,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sambutan Lokasi Ideal Untuk TPA yang Baru, Samri Berharap Bisa Bertahan Sampai 50 Tahun

Ia menegaskan bahwa Pasar Pagi bukan hanya merupakan fasilitas milik pemerintah, melainkan aset publik yang menjadi kebanggaan warga Samarinda. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat pasar semakin ditingkatkan.

“Ini milik seluruh warga Samarinda, maka harus dijaga bersama, tidak hanya oleh dinas tapi juga seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, Pasar Pagi merupakan salah satu pasar tradisional tertua dan terbesar di Samarinda. Revitalisasi yang dimulai sejak tahun 2023 dilakukan secara bertahap guna menghindari gangguan terhadap aktivitas ekonomi para pedagang. Pembangunan tahap pertama telah selesai pada akhir 2024, sedangkan tahap kedua diproyeksikan menjadi penutup dari seluruh rangkaian pembenahan. (aw/adv/dprd/smd)

Back to top button