DPRD PPU Dorong Revolusi Pola Pikir Petani untuk Capai Indeks Pertanian 2,5
Garda.co.id, PPU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir petani sebagai kunci utama dalam meningkatkan indeks pertanian di daerah tersebut.
Meski banyak petani masih enggan mengolah lahannya, Sujiati optimistis target indeks pertanian mencapai angka 2,5 bisa diwujudkan dengan edukasi dan pendampingan intensif.
“Merubah pola pikir masyarakat itu tidak mudah. Sebelumnya ada program yang gagal, petani mengalami kerugian. Tapi pelan-pelan kami terus memberikan edukasi kepada mereka agar mereka mulai mau mengolah tanah sesuai dengan pola tanam yang benar,” ujarnya.
Menurutnya mendampingi penyuluh pertanian untuk memberikan pemahaman langsung kepada petani. Langkah ini dinilai penting agar transfer ilmu dan motivasi bisa diterima dengan baik, sehingga petani tidak takut lagi untuk membuka dan mengolah lahannya.
Tantangan lain yang dihadapi adalah kondisi tanah yang mengandung tingkat keasaman tinggi. Menurut Sujiati, perbaikan kualitas tanah menjadi hal utama yang harus dilakukan agar hasil pertanian PPU bisa bersaing dengan daerah lain.
“Kami akan terus mendorong agar petani memahami pentingnya perbaikan kualitas tanah agar hasil pertanian bisa bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya.
Sektor pertanian di PPU memang memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. DPRD PPU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pertanian yang berbasis pada edukasi, teknologi, dan pembinaan berkelanjutan. Dengan demikian, petani tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga kualitas hasil pertanian.
Ke depan, DPRD PPU berharap indeks pertanian yang kini masih di bawah target bisa terus naik hingga mencapai angka 2,5, yang menandakan kemajuan signifikan di sektor tersebut. Upaya yang dilakukan juga diharapkan mampu membuka peluang baru bagi para petani muda untuk terjun ke bidang pertanian dengan pola pikir dan metode yang lebih modern.
“Kami optimistis indeks pertanian yang kini masih di bawah target bisa naik hingga 2,5, sekaligus membuka peluang bagi petani muda untuk mengadopsi pola pikir dan metode pertanian modern,” tandasnya. (Dry/Adv)






