Disdikbud Kaltim Tingkatkan Mutu Pendidikan TOEFL di Atas 500 Poin
Garda.co.id, Samarinda– Disdikbud Kaltim dalam langkah peningkatan mutu pendidikan di Kaltim ini mencerminkan komitmen pemerintah setempat dalam mempersiapkan SDM di bidang pendidikan yang kompeten dan unggul, sehingga dapat memberikan dukungan yang signifikan dalam mendukung IKN dan mewujudkan visi Kaltim sebagai pusat global yang maju dan berkembang.
Armin Kepala Bidang Pengembangan Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK) Disdikbud Kaltim, menegaskan bahwa proses seleksi tenaga pengajar akan menjadi sangat ketat, guna peningkatan mutu pendidikan di Kaltim.
Salah satunya dengan persyaratan khusus yang mencakup skor TOEFL di atas 500 poin. Hal ini dianggap sebagai langkah penting, terutama mengingat bahwa Kalimantan Timur diharapkan akan menjadi Global City dalam 20 tahun mendatang.
Persyaratan TOEFL yang tinggi akan memastikan bahwa para tenaga pengajar yang menerima beasiswa memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai untuk berkontribusi secara efektif dalam lingkungan pendidikan yang semakin global.
Selain itu, langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Kaltim memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang pendidikan yang mampu bersaing secara nasional dan global.
Armin juga menekankan pentingnya pengembangan kurikulum inovatif yang mampu merespons perkembangan IKN sebagai global city.
“Upaya peningkatan mutu pendidikan di Kaltim ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kaltim dalam mempersiapkan SDM di bidang pendidikan yang unggul, sehingga dapat memainkan peran penting dalam mendukung transformasi Kaltim menjadi pusat global yang maju dan berdaya saing,” tuturnya Sabtu (11/11/23).
Peningkatan mutu pendidikan di Kaltim sangat bergantung pada kompetensi guru, yang merupakan faktor kunci dalam proses pendidikan.
Dalam rangka mencapai tujuan ini, kepala sekolah memainkan peran penting dalam memberikan perhatian khusus pada peningkatan kompetensi guru.
“Salah satu langkah yang dapat diambil adalah melalui program beasiswa yang memungkinkan guru untuk mengakses pelatihan dan pengembangan profesional secara rutin,” pungkasnya. (mal/adv)






