DPRD Kukar Soroti Minimnya Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal di Loa Janan
Garda.co.id, Tenggarong– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menyoroti minimnya perekrutan tenaga kerja lokal oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan.
Hal ini disampaikan Ahmad Yani saat menggelar reses bersama masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, ia menerima langsung berbagai keluhan warga yang merasa terpinggirkan di daerahnya sendiri.
“Banyak perusahaan yang beroperasi di sini. Tapi masyarakat lokal malah sulit masuk kerja. Yang direkrut malah orang dari luar. Ini jadi keluhan utama warga,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan, Rabu (06/08/2025).
Menurut Yani, kondisi tersebut terjadi di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perkebunan, hingga perikanan.
Padahal, aktivitas perusahaan di wilayah itu cukup padat dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
“Ada yang punya lahan tambang, ada juga usaha perikanan dan pelabuhan. Tapi kenapa masyarakat sekitar tidak diakomodir? Ini harus dipikirkan serius,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan perusahaan seharusnya membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai kehadiran investasi besar justru menimbulkan jurang kesenjangan antara perusahaan dengan warga lokal.
“Seharusnya keberadaan perusahaan itu jadi berkah, bukan malah menciptakan kekecewaan. Kalau masyarakat sekitar tidak dilibatkan, dampaknya bisa menimbulkan rasa ketidakadilan,” jelasnya.
Untuk itu, DPRD Kukar akan segera memanggil perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Bakungan.
Ahmad Yani menegaskan pentingnya dialog terbuka antara pihak perusahaan dengan masyarakat, sekaligus mengevaluasi tanggung jawab sosial mereka.
“Kita akan panggil perusahaan-perusahaan ini. Mereka harus mendengar langsung aspirasi masyarakat. Karena mestinya, yang lokal duluan yang diterima,” katanya.
Ia juga mendorong agar kebijakan rekrutmen tenaga kerja menjadi bagian dari komitmen investasi berkelanjutan.
Menurutnya, keberpihakan pada masyarakat sekitar merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah.
“Jangan sampai ada investasi yang justru menyisakan kekecewaan. Kesejahteraan warga lokal itu bagian dari keberhasilan pembangunan Kukar,” pungkasnya. (Adv/fa)






