DPRD PPU

Wahid Dorong Revitalisasi Pelabuhan Penajam untuk Menghadapi Dampak Pembangunan IKN

Garda.co.id, PPU – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur memang membawa angin segar bagi perekonomian daerah. Namun, di balik kemajuan tersebut, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terutama dalam mengantisipasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh proyek besar tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah keberlanjutan fungsi Pelabuhan Penajam, yang menurut Anggota DPRD PPU, Wahid, membutuhkan revitalisasi agar tetap relevan dan maksimal di tengah perkembangan IKN.

Wahid mengungkapkan bahwa revitalisasi pelabuhan menjadi krusial agar kawasan sekitar tetap hidup dan tidak terpinggirkan oleh pesatnya pembangunan IKN.

“Kita harus bisa benahi kawasan pelabuhan ini, termasuk infrastruktur pelabuhannya. Jangan sampai nanti kawasan ini menjadi terabaikan karena fokus pembangunan IKN,” ujar Wahid.

Sebagai daerah yang terletak di kawasan strategis, pelabuhan Penajam memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang vital. Wahid menekankan bahwa kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan untuk merumuskan langkah-langkah pengembangan yang tepat.

“Penting bagi pemerintah untuk hadir dan memberikan perhatian penuh pada masalah ini, agar tidak ada sektor vital yang terabaikan di tengah proses pembangunan besar ini,” lanjutnya.

Dengan adanya proyek infrastruktur besar lainnya, seperti Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Penajam dengan kawasan IKN, serta rencana pembangunan jalan tol ke IKN, Wahid optimis bahwa revitalisasi pelabuhan Penajam akan menjadi langkah strategis untuk memastikan kawasan ini tetap hidup dan ramai.

“Pelabuhan harus memiliki daya tarik tersendiri agar tidak hanya menjadi titik transportasi, tetapi juga menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan dan masyarakat,” pungkas Wahid. ( adv/dprd/ppu/mr)

BACA JUGA :  Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Proyek IKN Harus Jadi Prioritas

 

 

 

 

 

 

 

Back to top button