Diskominfo Kukar

Banjir Meluas ke Muara Muntai Kukar, Akses Jalan Putus dan Warga Gunakan Fery

Garda.co.id, TENGGARONG – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur kini semakin meluas.

Setelah merendam tiga desa di Kecamatan Muara Kaman, genangan air kini mulai mengganggu aktivitas warga di Kecamatan Muara Muntai.

Salah satu dampak paling mencolok adalah terputusnya akses jalan utama dari Desa Kayu Batu menuju pusat kabupaten, yang kini hanya bisa dilalui menggunakan kapal fery.

Informasi ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar yang terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Meski laporan resmi dari pihak Kecamatan Muara Muntai belum masuk, komunikasi awal dengan aparat setempat mengonfirmasi adanya titik-titik genangan yang cukup parah dan berdampak pada mobilitas warga.

“Warga dari Desa Kayu Batu yang ingin ke Tenggarong atau wilayah lain sudah tidak bisa lewat jalan darat. Mereka harus menggunakan fery untuk bisa menyeberang,” jelas Abdal, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Kamis (17/4/2025).

Banjir ini merupakan akumulasi dari curah hujan tinggi, meluapnya Sungai Mahakam, dan naiknya muka air laut yang memperlambat aliran sungai ke hilir.

Selama sepekan terakhir, wilayah Kukar diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang memperparah kondisi di sejumlah desa, terutama yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Tak hanya Muara Muntai dan Muara Kaman, wilayah-wilayah lain seperti Muara Wis, Kota Bangun, Kenohan, Sebulu, bahkan sebagian Tenggarong juga berpotensi terdampak.

BPBD Kukar mencatat bahwa beberapa desa di daerah tersebut telah menunjukkan tanda-tanda kenaikan permukaan air.

Untuk mengantisipasi dampak lebih buruk, BPBD Kukar mengimbau agar seluruh pemerintah kecamatan hingga level RT terus meningkatkan kewaspadaan dan aktif menyosialisasikan peringatan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Kecamatan Sebulu Capai Produksi Padi Ratusan Ton per Tahun

Menurut Abdal, peran aktif masyarakat sangat krusial dalam mengurangi risiko korban dan kerugian. “Kami minta masyarakat tidak lengah. Amankan barang berharga, pantau anak-anak agar tidak bermain di genangan air, dan segera laporkan jika situasi memburuk,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPBD Kukar masih berada dalam tahap pemantauan intensif dan belum menurunkan personel ke lokasi terdampak.

Namun, kesiapsiagaan tetap dijaga, termasuk persiapan peralatan dan tim TRC-PB yang dapat segera diterjunkan bila diperlukan.

“Kami harap kondisi ini segera pulih, namun BPBD siap menghadapi kemungkinan terburuk jika situasi berkembang lebih serius,” tutup Abdal. (Mft/Adv/DiskominfoKukar)

Back to top button