DPRD KALTIMPariwara

Komisi IV Gelar Rapat Kerja Bersama Disdikbud Bahas Mutu dan Kualitas Pendidikan di Kaltim

Garda.co.id, Bali – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim. Pertemuan tersebut membahas tentang peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kaltim.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi didampingi Anggota Komisi IV yang lain diantarannya Salehuddin, Fitri Maisyaroh, dan Rusman Ya’qub. Hadir pula Kadisdikbud Kaltim, M Kurniawan, bersama sejumlah pejabat struktural di lingkungan Disdikbud Kaltim.

Pada agenda rapat tersebut, Akhmed Reza Fachlevi menyampaikan bahwa pihaknya membedah persoalan pendidikan di Kaltim. Melalui evaluasi capaian kinerja serta program kerja Disdikbud Kaltim di Tahun 2023-2024.

“Kita bahas per bagian agar benar-benar menemukan solusinya. Misalnya, keluhan masyarakat tentang tidak terakomodirnya peserta didik di zonasi sekolah terdekat dengan tempat tinggal mereka karena keterbatasan ruang kelas dan guru,” ujarnya, Jumat (17/2/2023)

Menurut Anggota Dewan yang akrab disapa Reza ini, Kaltim harus mampu menciptakan pemerataan kualitas pendidikan dan meningkatkan mutunya guna mencetak SDM unggul dan profesional yang berdaya saing bertaraf internasional.

Untuk menciptakan itu semua tidaklah mudah,  karena diperlukan pembenahan di segala lini dan memerlukan anggaran yang maksimal. Oleh sebab itu dinilai penting pula untuk memperjuangkan peningkatan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang berasal dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Anggota Komisi IV lainnya, Rusman Ya’qub, meminta kepada Disdikbud Kaltim untuk memetakan sekolah mana saja yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah. Hal ini dimaksudkan guna pemenuhan kualitas sekolah.

“Sekolah mana saja yang memerlukan pemenuhan sarana dan prasarana baik penambahan ruang kelas maupun laboratorium atau ruang praktek, penambahan sekolah baru karena pertimbangan jarak tempuh siswa dari tempat tinggal, dan sertifikasi untuk para guru,” ungkap Rusman.

BACA JUGA :  Tidak Menyajikan Data Saat RDP, Pansus IP Kecewa PT TBB Tidak Terbuka

Lebih dari itu, terkait beasiswa guna memberikan bantuan kepada peserta didik yang ingin sekolah atau meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi namun terkendala dengan biaya, dia menegaskan harus benar-benar tepat sasaran.

M. Kurniawan pun memaparkan Disdikbud Kaltim melalui bidang pengawasan SMK memiliki program pengawasan kurikulum yang berstandar industri dengan maksud guna mengetahui kompetensi keahlian.

“Sehingga ketika anak akan lulus dipastikan telah mengantongi sertifikat kompetensi. Dan target tahun ini 25 ribu jiwa,” paparnya.

Sertifikasi kompetensi sendiri diperlukan dalam rangka menyiapkan SDM yang diperlukan oleh industri agar memiliki daya saing dengan lulusan luar Kaltim. Selain itu, pembangunan sekolah baru satu diantaranya yakni pemindahan SMK 3 Tanah Grogot.

“Banyak program yang telah terlaksana maupun akan dilaksanakan di 2023-2024. Termasuk menghidupkan pentas seni di tiap sekolah, tes bakat dan minat siswa untuk prestasi anak, sekolah ramah anak dan lainnya,” tutupnya. (Rifai/Adv/DPRDKaltim)

Back to top button