Taufik Ridianur: Perikanan Adalah Nafas Ekonomi Hulu Kukar yang Harus Dijaga
Garda.co.id, Kukar – Dalam geliat pembangunan yang terus bergerak ke berbagai penjuru Kukar, suara nelayan dan pembudidaya ikan di wilayah hulu tetap menjadi prioritas bagi Taufik Ridianur. Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini melihat perikanan sebagai denyut ekonomi utama bagi warga di kampung-kampung sekitar sungai dan danau.
Taufik menegaskan bahwa sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya, telah lama menjadi tumpuan hidup masyarakat di Daerah Pemilihan VI, yang mencakup kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Kota Bangun, Kenohan, hingga Tabang.
“Mayoritas warga di hulu Kukar hidup dari air, dari sungai, danau, kolam. Maka, perikanan bukan hanya aktivitas ekonomi, tapi tradisi hidup yang turun-temurun,” ungkapnya.
Namun di balik potensi besar perairan Kukar, Taufik melihat masih banyak pembudidaya ikan dan nelayan lokal yang belum sepenuhnya mendapat dukungan memadai. Karena itu, ia mendorong agar dinas terkait benar-benar hadir dengan program yang menyentuh kebutuhan riil.
“Kami dorong terus agar bantuan alat tangkap ramah lingkungan, perahu, mesin ces, keramba, sampai pakan ikan bisa segera didistribusikan. Tapi bukan itu saja, pengetahuan teknis juga penting,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa budidaya ikan seperti nila, patin, dan ikan emas memiliki peluang ekonomi yang besar jika dikelola dengan tepat. Ketiga komoditas itu terbukti memiliki nilai jual yang tinggi dan mudah dibudidayakan di kolam tradisional.
Taufik tidak ingin bantuan hanya bersifat karitatif. Ia berharap pendekatan penguatan kelembagaan bisa lebih dikedepankan. Kelompok nelayan harus dibina agar bisa mandiri, tertib administrasi, dan mampu mengakses program bantuan secara kolektif.
“Kalau hanya kasih bantuan tanpa membangun kelompoknya, itu jangka pendek. Kita butuh penguatan komunitas, agar program berkelanjutan,” ucapnya.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kukar, Taufik menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan perikanan dan menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar.
Ia juga mengusulkan agar pendampingan teknis diperluas hingga ke kampung-kampung kecil yang jauh dari pusat kecamatan. Menurutnya, penyuluhan, pelatihan, dan bimbingan teknis harus berjalan seiring dengan bantuan fisik.
“Kalau alat ada tapi tidak tahu cara pakai dan rawat, ya sia-sia. Pendekatan kita harus menyeluruh. Mulai dari modal usaha, produksi, sampai pemasaran hasil panen ikan,” jelas Taufik.
Dengan kerja sama yang erat antara DPRD, dinas teknis, dan masyarakat, ia percaya perikanan bisa menjadi motor ekonomi rakyat, bukan hanya di pesisir, tetapi juga di pedalaman Kukar.
“Ini bukan mimpi. Ini bisa kita wujudkan jika semua pihak serius,” pungkasnya. (adv/fa)






