DPRD KukarPariwara

Sarpin Dorong Optimalisasi PAD dan Pembangunan Bernilai Abadi untuk Kukar

 

Garda.co.id, Tenggarong– Kutai Kartanegara (Kukar) menyimpan banyak potensi besar, salah satunya dari aliran Sungai Mahakam yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat.

Namun, potensi itu dinilai belum sepenuhnya digarap untuk mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kukar, Sarpin, dalam Rapat Pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kukar 2025–2029 beberapa waktu lalu .

Ia menekankan pentingnya langkah konkret agar potensi sungai terbesar di Kalimantan Timur itu benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat.

“Setiap hari Sungai Mahakam dilintasi ponton. Satu kapal saja bisa menghasilkan Rp5 juta, tapi faktanya itu tidak masuk ke APBD kita. Pendapatan dari Kota Bangun, Muara Muntai, hingga Muara Wis belum jelas arahnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pungutan terhadap ponton yang melewati Jembatan Mahakam. Menurutnya, hal ini harus dipastikan pengelolaannya benar-benar untuk daerah.

“Apakah itu sudah dikelola daerah? Harusnya jelas. Kita tidak boleh terus bergantung pada bagi hasil dari pusat,” tegas Sarpin.

Kritik yang ia sampaikan bukan tanpa solusi. Sarpin mendorong adanya transparansi lebih kuat dalam pengelolaan aset daerah, termasuk usulan audit berkala setiap tiga bulan.

Baginya, langkah ini penting agar masyarakat yakin bahwa setiap rupiah dikelola dengan akuntabel.

Selain menyentuh persoalan PAD, Sarpin juga mengingatkan agar pembangunan daerah lebih terarah. Ia mencontohkan beberapa pasar yang dibangun dengan anggaran besar namun kurang diminati pengunjung.

Menurutnya, pembangunan seharusnya memberi manfaat nyata dan meninggalkan nilai sejarah.

“Saya lebih setuju kita bangun ikon abadi seperti Masjid Istiqlal atau Pulau Kumala. Itu akan membekas, punya nilai sejarah, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA :  Syarifatul Akan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Berau Yang Berkaitan Dengan Kewenangan Provinsi

Bagi Sarpin, anggaran daerah tidak boleh dihabiskan untuk proyek-proyek yang hanya berdampak sesaat. Ia ingin agar pembangunan di Kukar menghasilkan warisan yang bisa dikenang lintas generasi.

“Kita harus punya kebanggaan tersendiri sebagai daerah. Jangan sampai tidak ada yang bisa dikenang dari pembangunan hari ini,” pungkasnya.

Back to top button