DPRD KukarPariwara

Sopan Sopian Tegaskan Perlu Ruang Aman untuk Adat di Tengah Pembangunan

 

Garda.co.id, Kukar – Percepatan pembangunan di Kalimantan Timur, termasuk hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), tak lantas membuat DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) melupakan akar budaya lokal. Salah satu yang vokal menyuarakan hal itu adalah Sopan Sopian, anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan 6.

Menurutnya, modernisasi tidak boleh menggerus keberadaan masyarakat adat yang telah lama menjadi penjaga nilai dan identitas Kutai.

“Jangan sampai demi pembangunan, adat justru jadi korban. Kita harus beri ruang aman bagi masyarakat adat,” ujar Sopan pada Rabu (21/5/2025).

Ia menekankan, Kutai bukan sekadar wilayah administratif, tetapi juga tanah sejarah dari kerajaan tertua di nusantara. Dalam pandangannya, menjaga masyarakat adat berarti menjaga kehormatan sejarah bangsa.

“Ini soal harga diri sebagai anak bangsa. Kalau kita mengabaikan masyarakat adat, kita sedang memutus mata rantai sejarah kita sendiri,” tambahnya.

Sopan pun mengangkat persoalan konkret seperti kesulitan masyarakat di daerah Cilong dan Priang yang tidak bisa memperoleh sertifikat tanah karena wilayahnya masuk dalam konsesi HGU.

“Kalau masyarakat tidak bisa memiliki hak atas tanah leluhurnya, lalu di mana letak keadilan itu? Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar dalam setiap perumusan regulasi, tokoh adat diberikan ruang bicara. Kearifan lokal yang mereka miliki dianggapnya penting untuk memperkaya kebijakan publik.

Menurutnya, kebijakan akan lebih membumi jika melibatkan perspektif adat, bukan hanya berdasarkan pendekatan birokrasi.

“Hukum negara dan hukum adat bisa berjalan beriringan. Tinggal bagaimana kita mau saling mendengar,” jelasnya.

Sopan menutup pernyataannya dengan ajakan kolaboratif. Ia berharap semua elemen pemerintah dan masyarakat bisa merumuskan harmoni antara pembangunan dan pelestarian budaya.

BACA JUGA :  Guru SLB Terbatas, Komisi IV DPRD Kaltim Minta Perguruan Tinggi Buka Jurusan Baru

“Kemajuan sejati adalah saat kita bisa membangun tanpa kehilangan jati diri. Itu yang sedang kami perjuangkan di DPRD Kukar,” pungkasnya. (Adv/fa)

Back to top button