DPRD KukarPariwara

Ahmad Yani Gaungkan Percepatan Status Desa Persiapan: “Negara Harus Hadir Sampai ke Pelosok”

 

Garda.co.id, Tenggarong – Komitmen untuk memastikan keadilan pembangunan terus digaungkan Ahmad Yani, anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi PDI Perjuangan.

Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah percepatan perubahan status desa persiapan menjadi desa definitif.

Menurut Yani, selama ini masih ada tujuh desa di Kukar yang berstatus desa persiapan. Padahal, secara de facto, desa-desa tersebut telah menjalankan fungsi pemerintahan lokal dan memiliki struktur yang siap untuk dilegalkan secara administratif.

“Karena ini kan sebenarnya sudah desa persiapan, tinggal nanti bagaimana bisa didefinitifkan secepatnya,” ujar Yani kepada media pada Kamis, 8 Mei 2025.

Ia menyoroti bahwa keterlambatan legalisasi status desa memiliki dampak nyata terhadap pembangunan. Desa yang belum definitif tidak bisa maksimal dalam mengakses anggaran, program bantuan, maupun layanan yang bersumber dari pemerintah kabupaten dan pusat.

Sebagai bentuk dorongan serius, Yani bahkan mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) di DPRD Kukar. Pansus ini akan bertugas mempercepat proses verifikasi dan pengusulan desa definitif melalui kerja intensif dan koordinasi lintas lembaga.

“Saya berkomitmen akan melakukan percepatan itu, dan kami minta nanti membentuk pansus supaya desa yang belum definitif bisa didefinitifkan melalui kerja-kerja pansus secepatnya,” tegasnya.

Tak sekadar legalitas, Yani menekankan pentingnya status definitif demi penguatan pelayanan publik, lembaga desa, dan distribusi anggaran secara adil hingga ke pelosok.

Ia juga mengajak pemerintah daerah dan provinsi untuk bahu-membahu menyelesaikan proses ini.

“Kalau kita semua konsisten dan bekerja maksimal, InsyaAllah tujuh desa ini bisa segera definitif. Itu harapan saya, agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari hadirnya negara hingga ke tingkat desa,” pungkasnya. (Adv/fa)

BACA JUGA :  Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kukar Diminta Optimalkan PPM
Back to top button