Ragam

Bisnis Kafe di Samarinda Makin Bergeliat, Aris Sebut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembuka Lapangan Kerja

Garda.co.idSAMARINDA – Pertumbuhan kafe dan coffee shop di Kota Samarinda terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Samarinda menilai fenomena tersebut menjadi cerminan meningkatnya aktivitas ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Ketua HIPMI Samarinda, Aris Nur Huda, mengatakan menjamurnya bisnis kafe membawa dampak positif terhadap perekonomian Kota Tepian. Selain menggerakkan sektor usaha, keberadaan kafe juga dinilai memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Semakin banyak kafe yang tumbuh tentu menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin baik. Kehadiran usaha-usaha baru ini juga menjadi salah satu penopang perekonomian Kota Samarinda,” ujar Aris.

Menurutnya, bisnis kafe kini menjadi salah satu sektor yang banyak diminati anak muda. Selain menawarkan peluang keuntungan, usaha tersebut juga berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadikan kafe sebagai tempat berkumpul, bekerja, maupun bersantai.

Meski demikian, Aris mengingatkan bahwa konsep tempat yang estetik tidak cukup untuk menjamin keberlangsungan sebuah usaha. Ia menegaskan kualitas makanan, minuman, dan pelayanan tetap menjadi faktor utama yang membuat pelanggan kembali berkunjung.

“Konsep estetik memang penting karena menarik perhatian, apalagi di media sosial. Tapi pada akhirnya pelanggan akan kembali karena rasa makanan dan minumannya. Jadi keduanya harus berjalan seimbang,” terangnya.

Di sisi lain, Aris mengakui persaingan bisnis kafe di Samarinda kini semakin kompetitif. Namun, menurutnya kondisi tersebut merupakan hal yang wajar karena setiap pelaku usaha memiliki segmen pasar yang berbeda, baik dari sisi konsep, lokasi, suasana, maupun menu andalan.

“Setiap kafe punya ciri khas dan pasarnya sendiri. Yang penting adalah menjaga kualitas produk agar pelanggan tetap loyal,” jelasnya.

BACA JUGA :  KPU Kaltim Tetapkan Pasangan Isran-Hadi Nomor Urut 1 dan Rudy- Seno Nomor Urut 2

Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, HIPMI mendorong para pelaku usaha agar terus berinovasi. Pengembangan menu, pemberian promo, hingga menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat pengunjung dinilai menjadi strategi yang efektif untuk mempertahankan daya saing.

“Tidak ada pilihan lain selain inovasi. Misalnya membuat menu baru, mengadakan promo, atau menggelar kegiatan seperti nonton bareng saat ada pertandingan sepak bola. Hal-hal baru seperti itu akan membuat pelanggan tertarik datang,” ungkapnya.

Selain menjadi penggerak roda perekonomian, bisnis kafe juga dinilai berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Operasional sebuah kafe membutuhkan berbagai tenaga kerja, mulai dari barista, koki, pelayan, hingga tenaga pendukung lainnya.

Aris juga menyoroti besarnya pengaruh media sosial terhadap perkembangan bisnis kuliner. Menurutnya, masyarakat kini cenderung mencari referensi tempat makan melalui platform digital sebelum memutuskan untuk berkunjung.

“Sekarang orang mencari referensi tempat lewat media sosial. Kalau tampilannya menarik dan banyak direkomendasikan, orang akan datang untuk mencoba,” katanya.

Ke depan, HIPMI memprediksi bisnis kafe di Samarinda masih akan terus berkembang dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Meski begitu, Aris mengingatkan bahwa tidak semua pelaku usaha akan mampu bertahan apabila tidak mengikuti perubahan tren dan kebutuhan pasar.

“Bisnis kafe akan terus tumbuh, tetapi pasti ada yang bertahan dan ada yang berhenti. Karena itu pelaku usaha harus memahami target pasarnya, menjaga kualitas produk, dan terus berinovasi agar tetap mampu bersaing,” pungkasnya.

Back to top button