DPRD KukarPariwara

Ahmad Yani: Jangan Jadikan Lingkungan Kukar Korban Keserakahan Tambang

 

Garda.co.id, Tenggarong – Isu lingkungan kembali menjadi perhatian serius di Gedung DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyuarakan kekhawatirannya terhadap aktivitas pertambangan yang masih abai terhadap tanggung jawab lingkungan, khususnya dalam hal reklamasi pascatambang.

Dalam keterangannya, Ahmad Yani menegaskan bahwa pengawasan terhadap industri tambang tak boleh lagi setengah hati. Ia menyebutkan bahwa izin operasional saja tak cukup jika tidak dibarengi dengan komitmen nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita tidak bisa lagi menoleransi aktivitas tambang yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek, lalu meninggalkan luka permanen di tanah kita,” tegas Yani, Kamis (3/7/2025).

Menurut legislator dari PDI Perjuangan ini, banyak kasus ditemukan di mana perusahaan tambang meninggalkan bekas galian tanpa pemulihan. Padahal, reklamasi bukanlah formalitas administratif, melainkan kewajiban moral dan hukum demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.

“Kalau tanah rusak, air tercemar, udara kotor, yang paling menderita adalah masyarakat sekitar. Ini bukan sekadar isu ekologis, tapi menyangkut kehidupan sosial dan kesehatan warga,” lanjutnya.

Ahmad Yani memastikan bahwa DPRD Kukar tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan kesiapan lembaganya untuk memperkuat pengawasan, bahkan melibatkan semua komisi dalam pengawasan terpadu terhadap perusahaan tambang.

“Ini bukan cuma urusan satu komisi. Kita akan bergerak bersama sebagai satu lembaga. Karena menjaga Kukar adalah tanggung jawab kita semua,” katanya.

Selain pengawasan kelembagaan, Yani juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelaporan dan advokasi lingkungan. Ia percaya, suara publik akan memperkuat tekanan moral kepada perusahaan agar lebih bertanggung jawab.

“Saat ini kita butuh kesadaran kolektif. Pemerintah, DPRD, perusahaan, dan masyarakat harus berdiri di sisi yang sama: melindungi alam Kukar,” tegasnya.

BACA JUGA :  Mewakili Masyarakat Palaran, DPRD Sampaikan Harapannya Untuk Tirta Kencana

Ahmad Yani juga berharap, ke depan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar tidak lagi melihat lingkungan sebagai beban, melainkan sebagai mitra keberlanjutan bisnis.

“Kita ingin industri tambang yang bukan hanya produktif, tapi juga peduli. Yang menghitung bukan hanya profit, tapi juga dampak sosial dan ekologis,” katanya.

Ia pun menggarisbawahi bahwa Kukar ingin maju secara ekonomi tanpa mengorbankan daya dukung alam. Pengawasan akan terus diperkuat agar pembangunan dan pelestarian bisa berjalan beriringan.

“Tambang boleh ada, tapi tanggung jawab jangan ditinggal. Kukar punya hak untuk berkembang, tapi juga punya kewajiban untuk melindungi alamnya,” pungkasnya. (Adv/fa)

Back to top button