DPRD PPUPariwara

Kemunduran Sosial Terjadi Saat Gotong Royong Mulai Ditinggalkan

 

Garda.co.id, PPU – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyoroti fenomena menurunnya semangat gotong royong di tengah masyarakat sebagai bentuk kemunduran sosial. Menurutnya, lunturnya budaya kerja bakti menunjukkan hilangnya rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif warga terhadap lingkungan mereka.

“Kalau dulu gotong royong adalah hal biasa, sekarang sebagian besar warga seperti menunggu pemerintah turun tangan dulu. Ini jelas bukan kemajuan, tapi kemunduran,” ujar Thohiron.

Ia menilai, lunturnya nilai sosial tersebut berdampak langsung pada berbagai aspek pembangunan, termasuk dalam merawat fasilitas umum. Ia mencontohkan banyaknya saluran irigasi tersumbat karena tidak dibersihkan secara rutin oleh warga, meskipun sudah dibangun dengan anggaran besar.

Menurut Thohiron, gotong royong bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan nilai sosial yang mempererat hubungan antarmasyarakat. Jika kebiasaan ini ditinggalkan, maka akan timbul ketimpangan sosial di mana masyarakat hanya bergantung pada pemerintah tanpa merasa memiliki tanggung jawab atas lingkungannya.

“Kita tidak bisa terus menyalahkan anggaran atau pemerintah. Masalahnya kadang justru di tingkat masyarakat sendiri yang kurang peduli,” katanya.

Ia memberikan contoh positif dari Gunung Steleng, di mana masyarakat masih rutin melakukan kerja bakti membersihkan drainase setiap minggu. Inisiatif seperti ini menurutnya sangat membantu meringankan beban pemerintah dan membuktikan bahwa kesadaran kolektif masih mungkin dijaga.

Thohiron menyayangkan bahwa di wilayah lain, warga justru membiarkan fasilitas umum rusak karena kurang perawatan. Ia bahkan menyebut sebagian masyarakat “terlalu manja” karena menuntut perbaikan tanpa upaya merawat.

“Masyarakat di Pulau Jawa bahkan lebih rajin menjaga lingkungan mereka tanpa diminta. Itu karena kesadaran mereka sudah tinggi,” ungkapnya. (Dry/Adv)

BACA JUGA :  Jaga Kualitas Produksi, Perumdam Kuras IPA Bendang
Back to top button