Diskominfo Kukar

Dishub Kukar Genjot Profesionalisme Jukir dan Sistem Digital untuk Optimalkan PAD

Garda.co.id, TENGGARONG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak hanya menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp500 juta dari sektor parkir pada 2025, tapi juga fokus membenahi sistem pengelolaan retribusi parkir yang lebih transparan dan profesional.

Langkah strategis yang ditempuh adalah dengan meningkatkan kompetensi para juru parkir (jukir), memperluas kawasan parkir resmi, dan secara bertahap mendorong pemanfaatan sistem digital dalam transaksi parkir.

“Target Rp500 juta itu bisa dicapai, bukan hanya dari jumlah titik parkir, tapi dari pengelolaan yang tertib dan profesional. Kami memulai dari pembinaan jukir agar bekerja sesuai aturan,” ujar Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, Selasa (1/7/2025).

Saat ini, Dishub Kukar telah membina 50 jukir aktif yang tersebar di kawasan strategis seperti Timbau, Pasar Seni, hingga Taman Kota Raja. Para jukir dibekali pelatihan tentang pelayanan publik, penggunaan karcis resmi, hingga etika dalam bekerja di lapangan.

Juliana, Kasi Pengelolaan Parkir, menyebutkan bahwa jukir adalah wajah depan sektor perparkiran.

“Jika mereka tertib dan profesional, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Kami selalu menekankan agar tidak ada pungutan tanpa karcis resmi. Ini penting agar retribusi parkir benar-benar masuk ke kas daerah,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya transparansi, Dishub Kukar juga membuka kemungkinan penerapan sistem pembayaran digital untuk retribusi parkir di lokasi-lokasi tertentu. Hal ini sedang dalam tahap kajian, mengingat perlunya infrastruktur dan sosialisasi terlebih dahulu.

“Parkir digital adalah masa depan. Tapi sekarang, kami masih tahap edukasi dan pemantapan di level manual. Yang penting, tertib dulu, karcis jalan, pendataan jelas. Dari situ baru kita bisa naik level,” lanjut Juliana.

BACA JUGA :  32 Lembaga Kukar Terima Bantuan Hibah dari Pemprov Kaltim

Dishub Kukar juga gencar memetakan lokasi-lokasi parkir potensial yang selama ini belum tergarap maksimal. Termasuk kawasan yang padat saat event daerah, seperti festival, konser, atau kegiatan masyarakat.

“Event publik itu momentum. Kami akan mengatur sistem parkir yang tertib di setiap acara besar. Kalau dikelola baik, bisa menambah signifikan PAD kita,” tambah Junaidi.

Seluruh pendapatan parkir akan disetorkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar dan dimanfaatkan untuk pembangunan daerah, termasuk peningkatan fasilitas umum dan infrastruktur perkotaan.

Junaidi menekankan pentingnya peran serta masyarakat. “Kalau masyarakat tertib membayar parkir dan menolak jukir yang tak memberi karcis, itu sudah membantu. Kesadaran bersama ini yang jadi kunci,” ujarnya.

Dengan kombinasi penguatan SDM, tata kelola yang tertib, dan dorongan menuju sistem digital, Dishub Kukar optimis target PAD parkir tahun ini dapat tercapai. Lebih dari itu, sistem parkir yang sehat akan berdampak langsung pada penataan kota dan kenyamanan publik.

“Kami tidak hanya mengejar angka, tapi juga membangun sistem parkir yang bersih, tertib, dan profesional,” pungkas Junaidi. (Mft/Adv/DiskominfoKukar)

Back to top button