Diskominfo Kukar

Pertanian Kukar Dihadapkan Tantangan Besar, Solusi Kredit Idaman Jadi Harapan

Garda.co.id, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan utama Kalimantan Timur (Kaltim).

Dengan kontribusi 42 persen dari total produksi beras provinsi, sektor pertanian di Kukar kini harus berhadapan dengan berbagai masalah krusial, mulai dari alih fungsi lahan, keterbatasan akses modal, hingga ancaman ketergantungan petani pada tengkulak.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar meluncurkan program Kredit Kukar Idaman, sebuah skema pembiayaan tanpa agunan dan berbunga rendah yang ditujukan bagi petani untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa ketahanan pangan harus dijaga dengan meningkatkan daya saing petani.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memastikan petani mendapatkan akses modal yang lebih mudah tanpa harus bergantung pada tengkulak atau lembaga keuangan dengan bunga tinggi.

“Kita ingin pertanian di Kukar semakin berkembang dan tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan Kaltim. Kredit Kukar Idaman ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak, sehingga mereka bisa menikmati hasil panennya dengan lebih layak,” ujar Edi, Senin (3/3/2025).

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pertanian di Kukar adalah alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman dan kawasan industri, terutama dengan meningkatnya pembangunan seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Jika tidak ditangani dengan baik, alih fungsi lahan ini dapat mengancam ketahanan pangan Kukar dan menyebabkan penurunan produksi beras di masa mendatang.

Oleh karena itu, Pemkab Kukar mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendukung pertanian dan mencegah petani kehilangan akses terhadap lahan produktif.

Selain itu, banyak petani yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman modal dari perbankan karena persyaratan yang ketat.

BACA JUGA :  Sekretaris BPBD Kukar Edy Mardian Purna Tugas

Hal ini menyebabkan mereka terpaksa meminjam uang dari tengkulak dengan bunga tinggi, yang pada akhirnya membuat keuntungan mereka semakin tipis.

“Persoalan terbesar adalah akses modal. Banyak petani yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank, sementara mereka butuh dana untuk membeli pupuk, alat pertanian, dan membiayai operasional usaha mereka,” jelas Edi.

Sebagai solusi atas permasalahan modal, Pemkab Kukar mengembangkan program Kredit Kukar Idaman. Skema ini menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan bunga ringan dan tenor yang fleksibel, sehingga lebih mudah diakses oleh petani kecil.

Program ini dirancang agar petani tidak lagi terjebak dalam jeratan rentenir atau tengkulak, serta dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka dengan dukungan modal yang memadai.

Dengan berbagai langkah strategis yang diterapkan, Pemkab Kukar tetap optimistis bahwa daerahnya mampu mempertahankan posisi sebagai pemasok utama pangan bagi Kalimantan Timur.

Selain beras, sektor perikanan dan hortikultura juga terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemerintah berkomitmen untuk mendukung petani dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan, sekaligus menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

“Kita harus terus memperkuat ekosistem pertanian di Kukar. Produksi, pembiayaan, hingga pemasaran harus dikelola dengan baik agar petani kita semakin sejahtera,” pungkas Edi.

Dengan hadirnya Kredit Kukar Idaman, diharapkan para petani di Kukar bisa mendapatkan kemudahan akses modal, meningkatkan kesejahteraan mereka, serta berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah. (Mft/Adv/Diskominfokukar)

Back to top button