Antisipasi Lonjakan Pemudik, Samsun Soroti Lambatnya Perbaikan Jalan
Garda.co.id, Samarinda – Aroma mudik Lebaran mulai menyelimuti warga Kalimantan Timur. Ribuan warga bersiap, hiruk-pikuk perkotaan pun akan tergantikan dengan udarah yang khas di kampung halaman. Namun di tengah semangat pulang kampung dan rindu yang menumpuk, ancaman jalan rusak akan menjadi bayang bayang.
Muhammad Samsun, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, tak tinggal diam. Dirinya memberi sorotan tajam terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum sepenuhnya siap menyambut lonjakan arus kendaraan menjelang Idulfitri 1446 H. Menurutnya, jika tak segera dibenahi, persoalan ini bisa menjadi kendala serius bagi keselamatan dan kenyamanan pemudik.
“Kami tak ingin masyarakat mudik dalam kekhawatiran. Perbaikan jalan harus dipercepat, terutama di titik-titik rawan yang bisa membahayakan pengendara,” jelasnya.
Langkah nyata mulai diambil. Alat berat dan tim teknis dikerahkan ke sejumlah ruas jalan nasional seperti Sanggurja–Muara Jawa, Marangkayu–Bontang, hingga akses ke Kutai Barat, sebagai antisipasi lonjakan arus mudik.
Namun, tantangan tetap ada. Perbaikan jalan di bawah kewenangan daerah seperti Samarinda–Palaran dan Sanga-Sanga–Dondang memang hampir rampung, tapi beberapa titik masih terkendala proses administratif seperti MoU dan pencairan anggaran.
“Birokrasi memang tak bisa dipotong begitu saja. Tapi kami tetap pantau. Dukungan teknis kami siapkan, supaya pengerjaan di lapangan tidak stagnan,” imbuhnya.
Cuaca juga tak bersahabat. Kombinasi hujan deras dan suhu panas ekstrem belakangan ini mempercepat kerusakan jalan, memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas. Samsun pun mengingatkan pengendara untuk tak menurunkan tingkat kewaspadaan berkerdaranya.
“Kurangi kecepatan. Jika bisa, hindari jalur yang rusak parah. Keselamatan tetap nomor satu,” pesannya.
Dinas PU Provinsi Kaltim tancap gas mempercepat perbaikan jalan jelang mudik menambal lubang, memperkuat bahu jalan, dan mengamankan titik rawan longsor. Tujuannya jelas agar warga bisa pulang kampung dengan tenang dan Lebaran tetap jadi momen hangat, bukan musibah di perjalanan. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






