DPRD PPUPariwara

Jhon Kenedi Soroti OPD di PPU Belum Penuhi Standar Pengarusutamaan Gender

Garda.co.id, PPU – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedi, menyoroti masih lemahnya implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, masih banyak OPD yang belum memenuhi standar pelaksanaan PUG secara optimal.

Jhon Kenedi menekankan bahwa PUG bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah komitmen untuk memastikan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh aspek pembangunan daerah. Ia menilai, jika PUG tidak diintegrasikan secara serius, maka upaya menciptakan pembangunan yang inklusif akan sulit tercapai.

“Setiap kebijakan dan program pembangunan harus mempertimbangkan kebutuhan semua kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya,” ujar Jhon Kenedi.

Ia juga menyoroti pentingnya Anggaran Responsif Gender (ARG) dalam proses perencanaan dan penganggaran OPD. Menurutnya, tanpa adanya ARG, program yang dirancang berpotensi bias dan tidak menjawab kebutuhan spesifik kelompok yang termarjinalkan.

Jhon Kenedi turut mengapresiasi langkah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU yang telah mendirikan Klinik Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Ia menilai fasilitas ini merupakan bentuk inovasi yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pemahaman dan penerapan PUG di OPD maupun desa.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan klinik PPRG sangat bergantung pada keseriusan OPD dalam memanfaatkannya. Ia mendorong agar pelatihan dan pendampingan terkait PUG dilakukan secara berkala guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Jhon Kenedi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender. Ia berharap eksekutif dan legislatif dapat bersinergi dalam menjadikan PUG sebagai prinsip utama dalam pembangunan daerah.

“PUG harus menjadi budaya kerja di setiap OPD. Tidak boleh berhenti hanya di dokumen perencanaan, tetapi harus menyatu dalam tindakan nyata,” pungkasnya. (Dry/Adv)

BACA JUGA :  Gelar Safari Natal, Ekti Sampaikan Pesan Kerukunan Antar Umat Beragama
Back to top button