DPRD KALTIMPariwara

Afif Dukung Langkah Tegas Walikota Samarinda Membenahi PDAM

Garda.co.id, Samarinda – Ketersediaan air bersih di Samarinda sampai saat ini belum benar benar selesai bagi masyarakat. Sejumlah masyarakat masih sering mengeluhkan ketersediaan air bersih di tempatnya.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun menyampaikan setiap dirinya turun bertemu masyarakat sejak masih menduduki kursi legislatif Samarinda, aspirasi masyarakat selalu berkaitan dengan air bersih.

“Setiap kali saya reses, hampir pasti keluhan soal air bersih selalu muncul dari masyarakat. Ini memang sudah menjadi perhatian saya sejak lama,” terangnya.

Meski masih kerap kali dikeluhkan masyarakat, kata Afif, kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samarinda mengalami perkembangan positif.

Dirinya pun menghimbau masyarakat untuk sedikit bersabar terhadap kinerja PDAM untuk menuntaskan pemerataan air bersih di kota tepian.

“Mungkin perlu waktu. Kita berikanlah sedikit waktu kepada PDAM agar restorasinya bisa berjalan lebih baik,” jelasnya.

Afif juga merespon pernyataan Wali Kota Samarinda yang mengatakan saat ini ketersediaan layanan air bersih telah mendekati angka 100 persen atau sekitar 78 persen. Namun, untuk melakukan penyempurnaan akses air bersih diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2 triliun.

“Ini menjadi tantangan kami, khususnya dari dapil Samarinda untuk memikirkan bagaimana mewujudkan target 100 persen akses air bersih. Karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” bebernya.

Afif mengapresiasi langkah tegas Walikota Samrinda dalam mengeluarkan moratorium rekrutmen pegawai baru di PDAM. Dirinya mengungkapkan selama ini PDAM banyak diisi oleh orang yang tidak profesional atau bermodalkan titipan rekan ataupun keluarga.

“Alhamdulillah kemarin Pak Wali mengeluarkan moratorium. Itu artinya beliau sudah membaca sinyal bahwa PDAM perlu orang-orang profesional, bukan orang dalam atau titipan,” pungkas Afif dalam mendukung langkah Ini. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

BACA JUGA :  Rofiq Sebut Pasar Pangan Murah Harus Jadi Program Unggulan
Back to top button