Pulau Kumala Hadirkan Waterboom, Salehuddin Sebut Akan Membuka Peluang Lapangan Kerja Baru
Garda.co.id, Samarinda – Peningkatan wisata Pulau Kumala terus dilakukan, terlebih dengan hadirnya rencana waterboom. Rencana ini dilakulan untuk menarik kembali animo masyarakat ke salah satu destinasi wisata di Kutai Kartanegara.
Proyek pembangunan waterboom disebutkan senilai Rp. 400 miliar yang mulai dikerjakan tahun ini.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya pembangunan waterboom selain sebagai sektor wisata juga hadir dalam sektor ekonomi.
Karena dapat membantu dalam meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) daerah dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ini memang telat, tapi langkah positif. Yang penting, setelah berdiri nanti, jangan hanya jadi ikon, tapi bisa memberi pemasukan ke daerah,” sebutnya.
Dirinya menekankan bahwa kehadiran waterboom juga dapat membuka lapangan kerja baru di Kutai Kartanegara. Salehuddin menilai selama ini Pulau Kumala tidak dikelola dengan maksimal bahkan seperti pulau kosong.
“Dulu dibiarkan kosong begitu saja, tidak terkelola. Sekarang sudah dibangun besar-besaran, maka wajib dimanfaatkan dengan serius dan profesional,” tuturnya.
Salehuddin menegaskan agar Pemkab Kutai Kartanegara tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam pengelolaan pulau tersebut, terutama terkait kerjasama dengan investor.
“Revitalisasi wisata butuh komitmen jangka panjang, bukan proyek jangka pendek. Harus ada sistem yang menjamin keberlanjutan, bukan sekadar seremonial peresmian,” ungkapnya.
Salehuddin menyoroti berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam menghidupkan kembali pulau kumala, seperti ekonomi, keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Dirinya juga mengeluhkan kurangnya infrastruktur penunjang pulau kumala seperti lampu penerangan. Jika tak segera diperbaiki maka Pulau Kumala saat malam hari akan gelap gulita.
“Kalau tempat wisata seperti taman kota di Jakarta bisa aman sampai 24 jam, kenapa di sini jam 10 malam sudah gelap? Ini urusan manajemen yang perlu dibenahi,” imbuhnya.
Salehuddin berharap pembangunan waterboom di Pulau Kumala dapat menarik masyarakat untuk berkujung ke Kukar lebih banyak lagi, daerah yang memiliki banyak wisata kebudayaannya ini perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah, perusahaan dan juga masyarakat.
“Wisata itu bukan cuma tempat main, tapi juga instrumen ekonomi. Kalau dikelola baik, ini bisa jadi sumber PAD jangka panjang,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






