Garda.co.id, Samarinda – Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Melati Bhakti Satya (MBS) realisasikan kerjasama bisnis dengan PT. Pelindo Jasa Maritim untuk kelola pandu dan tunda kapal di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu Kota Samarinda.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim bersama beberapa instansi terkait yang digelar di Ruang Rapat Gedung E Lt. 1, Kantor DPRD Kaltim, Senin (27/2/2023).
“RDP ini menjadi rangkaian akhir dari beberapa pertemuan sebelumnya, di dalam rapat sudah ditetapkan status kerjasamanya seperti apa dan soal angka pembagian hasilnya pun juga sudah ditetapkan bersama,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perusda MBS, Aji Mohammad Abidharta W. Hakim.
Dia menjelaskan bahwa status kerjasama bisnis Perusda MBS adalah sebagai vendor dari PT. Pelindo Jasa Maritim dengan cakupan wilayah kerjasama pengelolaan pandu tunda di dua titik yakni Jembatan Mahakam Kembar dan Jembatan Mahulu Kota Samarinda.
Pimpinan Perusda itu juga memaparkan angka pembagian hasil yang telah disepakati, yakni pandu tunda di area Jembatan Mahakam Kembar 69 % untuk MBS dan 31 % untuk PT. Pelindo. Sedangkan pandu tunda di Jembatan Mahulu, 77 % untuk MBS dan 23 % untuk PT. Pelindo. Pembagian tersebut telah dihitung berdasarkan keseluruhan omset yang ada di lokasi pengelolaan pandu dan tunda kapal.
“Angka pembagiannya sudah jelas dan telah disepakati bersama, untuk MBS sendiri nanti akan dihitung terlebih dulu secara rinci, berapa bagian untuk MBS dan berapa kontribusi yang masuk ke Pemerintah Provinsi (Pemprov),” paparnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga akan melihat dan menilai berapa biaya operasional yang dikeluarkan, baik itu operasional kapal, crew, nakhoda, sewa kapal dan sebagainya akan dihitung secara detail untuk mengetahui nilai profit yang bisa diperoleh dari selisih antara pendapatan dikurang operasional cost yang dikeluarkan.
Sebaga planning awal, Perusda MBS rencananya akan menggunakan 2 (dua) kapal terfokus untuk melakukan kegiatan tunda di dua titik lokasi, masing-masing di Jembatan Mahakam Kembar dan Jembatan Mahulu.
“Kami akan persiapkan dua kapal beserta crew dan nakhodanya untuk kegiatan tunda di dua titik lokasi tersebut. Untuk kapal sendiri kita akan sewa karena setelah dihitung itu lebih efisien, kalau beli kita akan terbebani lagi dengan biaya depresiasi yang tinggi,” ungkap Dirut Perusda MBS saat diwawancarai awak media usai mengikuti RDP.
Sementara itu, terkait Memorandum of Understanding (MoU) akan dilakukan kesepakatan oleh kedua pihak tentang 7 (tujuh) rencana bisnis. Teruntuk tahap awal sesuai kesepakatan ini, pengelolaan pandu dan tunda kapal akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan 3 (tiga) minggu dari sekarang sudah bisa direalisasikan,” pungkasnya. (Rifai/Garda.co.id)







