Mahasiswa Unikarta Minta Jaminan Aksi Damai, DPRD Kukar Siap Fasilitasi
Garda.co.id, Tenggarong– Reses Tahap II Masa Sidang III Tahun 2025 yang digelar Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra, di Kopi Pangeran, Tenggarong, Jumat (8/8/2025), menghadirkan suasana diskusi yang berbeda dengan kehadiran mahasiswa. Aspirasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unikarta, khususnya Divisi Propaganda dan Aksi, menjadi salah satu sorotan utama.
Dalam forum itu, mereka menyampaikan permintaan agar difasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama instansi terkait, termasuk aparat keamanan dan DPRD. Tujuannya untuk menyusun nota kesepahaman (MoU) yang memastikan aksi mahasiswa berjalan damai tanpa represivitas aparat.
Menurut perwakilan BEM Unikarta, Zulkarnain, meski Kukar belum pernah mengalami bentrokan antara mahasiswa dan aparat, potensi itu tetap ada.
“Belajar dari kasus-kasus di kota lain, pencegahan lebih baik dilakukan sejak awal,” ungkap Zulkarnain.
Menanggapi hal tersebut, Akbar Haka menyatakan dukungan penuhnya.
“Saya berkomitmen menyampaikan aspirasi ini ke dalam ruang sidang DPRD, khususnya kepada Ketua DPRD, agar dapat difasilitasi sesuai prosedur yang ada,” ujarnya.
Baginya, menjaga ruang demokrasi yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Ia menilai, keberadaan MoU bisa menjadi benteng untuk menghindari gesekan di lapangan sekaligus memperkuat hubungan mahasiswa dengan aparat.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka perlu ruang berekspresi yang aman, namun tetap tertib,” tambahnya.
Diskusi yang berlangsung terbuka itu juga menjadi ruang refleksi bahwa aspirasi mahasiswa tidak boleh diabaikan.
Meski isu ini tidak sepenuhnya masuk lingkup Komisi IV, Akbar Haka menegaskan akan membawanya lintas komisi.
Ia bahkan menyebut akan memanfaatkan posisinya di partai yang saat ini memimpin DPRD agar koordinasi lebih mudah.
Sebagai tindak lanjut, isu ini direncanakan akan dibawa dalam pembahasan formal DPRD agar melahirkan payung hukum atau kesepakatan resmi.
“Saya ingin Kukar tetap menjadi wilayah dengan iklim demokrasi sehat, di mana aspirasi mahasiswa bisa tersampaikan tanpa harus diwarnai konflik di jalanan,” pungkasnya. (Adv/fa)






