Lowongan Pekerjaan Terbatas, Deni Minta Generasi Muda Tingkatkan Skill Individu Menuju 2045
Garda.co.id, Samarinda – Pada Tahun 2045, indonesia genap berumur 100 tahun dengan demikian munculnya sebuah gagasan yaitu Generasi Emas 2045 yang akan datang. Pastinya dalam menghadapai generasi emas tentu butuh anak- anak muda yang ada saat ini, tidak hanya menghadapi secara cuma – cuma tapi juga siap untuk menciptakan pekerjaan.
Persiapannya sudah pasti di mulai dari generasi yang terbawah saat ini, yaitu tingkat SD hingga SMA. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar sampaikan bahwa kita semua perlu untuk ciptakan generasi yang multitalent tersebut.
“Kita ingin menciptakan generasi emas, ingin menciptakan generasi yang betul betul teruji yang bisa menjadi parameter itu kita harapkan,” ungkapnya.
Namun, Deni juga melihat keadaan saat ini lowongan pekerjaan yang dibutuhkan tidak sebanding dengan jumlah lulusan yang ada. Dirinya sampaikan saat ini jika melihat dengan jumlah pekerjaan yang ada pastinya tak akan pernah terpenuhi.
“Kita tidak berpatokan pada yang kuliah saja tetapi juga SMA berapa banyak itu. Banyak perusahaan yang ada tapi tidak bisa memenuhi,” jelasnya.
Deni melihat saat ini ada beberapa perusahaan industri yang dapat menampung para lulusan tersebut. Namun, perusahaan tersebut juga tidak semuanya berada di samarinda.
“Tidak semua tenaga tenaga pekerja itu mengambil dari warga setempat pasti ada tenaga dari luar juga. Makanya kita harapkan tadi sebetulnya kunci utama adalah menciptakan generasi emas itu tadi. Generasi unggul yang notabene nya dia nanti akan menciptakan peluang kerja,” terangnya.
“Yang bisa memahami teknologi dan bisa mengikuti perkembangan zaman, ya itu nanti yang bisa menuju ke tahap itu tadi. Artinya usia usia dini itu tadi,” sambung Deni.
Dirinya juga berbicara terkait presentase kelulusan. Untuk tingkat kuliah saja hanya sekitar 4,5 persen dibandingkan angka kelulusan sd dan smp. Dirinya juga sampaikan masih banyak anak – anak mendapatkan pendidikan yang terbatas jadi tidak maksimal.
“Inilah yang kita kembalikan ke pemerintah pusat, kalau bisa program belajar 12 tahun ini wajib dan mereka sediakan fasilitas nya. Jelas loh undang undang setiap warga negara itu mendapatkan pendidikan yang layak,” tuturnya.
Kendati demikian, Deni tegaskan, IKN itu bukan menjadi ironi untuk generasi muda saat ini. IKN itu harusnya memberdayakan masyarakat setempat, tetapi para generasi muda pun juga harus membekali diri mereka.
“Sekali lagi bahwa betul kita kota penyangga, tapi kita juga harus mempersiapkan diri kita untuk menuju indonesia emas, itu yang paling penting,” tutupnya. (Dery/Adv/DPRDSamarinda)






