DPRD KALTIMPariwara

Yenni Eviliana : Perempuan Harus Diberi Ruang Setara di Media, Bukan Sekadar Penggembira

Garda.co.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, menyerukan perubahan mendasar dalam cara media memperlakukan perempuan. Ia menyoroti bahwa hingga kini, perempuan masih sering diposisikan sekadar sebagai pelengkap, bukan pelaku utama dalam industri media.

“Masalahnya bukan hanya soal jumlah perempuan di ruang redaksi, tapi juga seberapa besar peran mereka dalam menentukan arah dan isi pemberitaan,” kata Yenni, Selasa (8/7/2025).

Ia menilai dominasi laki-laki di jajaran pimpinan media menjadi salah satu penyebab sempitnya ruang gerak perempuan dalam pengambilan keputusan strategis. Ditambah lagi, budaya patriarkal dan stereotip gender yang masih kuat memperparah ketimpangan tersebut.

“Kalau ruang redaksi tidak memiliki perspektif perempuan, maka isu-isu perempuan akan terus tersisih atau bahkan disampaikan dengan cara yang bias,” tegasnya.

Yenni mengingatkan bahwa media memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan norma sosial. Karena itu, jika ketidaksetaraan terus terjadi di balik layar redaksi, maka dampaknya bisa melanggengkan ketimpangan gender dalam narasi yang dikonsumsi masyarakat luas.

Sebagai solusi, ia mendorong kolaborasi antara perusahaan media, lembaga pendidikan jurnalistik, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ruang kerja yang lebih setara dan inklusif.

“Yang dibutuhkan perempuan bukan perlakuan khusus, tapi kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. Itu sudah cukup untuk membuat media lebih adil dan merepresentasikan keberagaman masyarakat,” jelasnya.

Yenni pun mengajak semua pihak untuk mengubah cara pandang terhadap perempuan, agar tak lagi dilihat sekadar sebagai simbol kehadiran, tetapi sebagai pengambil keputusan yang setara.

“Perempuan berhak berada di posisi strategis, bukan hanya jadi pengisi kuota. Ini bukan soal keberpihakan, tapi soal keadilan,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

BACA JUGA :  Selamat Ari Terima Ratusan Usulan, Sebut Sebagai Wujud Nyata Perhatian Masyarakat Dalam Aspek Kehidupan
Back to top button