Prioritaskan Jam Terbang, Guru SMK di Kaltim Kejar Sertifikasi BNSP
Garda.co.id, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim fokuskan 947 guru asesor kompetensi untuk tingkatkan jam terbang melalui pelatihan yang berlisensi langsung dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Artinya permasalahan terkait kualitas guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kaltim untuk bertambah kemungkinan akan lambat, akan tetapi lebih memprioritaskan keahlian dalam mengajar.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK, Surasa menuturkan bahwa 53% guru harus berlisensi BNSP dan memiliki jam terbang yang tinggi.
“Kemungkinan bertambah, tapi diangka 947 pasti melambat. Kenapa tidak di tambah karena kita mau menaikan jam terbang asesor karena ketika jam terbang tinggi keterampilan akan semakin terasah,” ungkapnya pada Kamis (9/11/23).
Kendati demikian, Surasa menuturkan diluar BNSP itu tidak ada lembaga yang berwenang menerbitkan, jadi tidak serta merta, karena kedudukannya di Kaltim memiliki 947 asesor kompetensi yang akan siap melaksanakan pelatihan.
Namun dari angka tersebut 20% dari guru SMK itu udah dianggap mewakili, seandainya melebihi 20% khawatirnya jam terbangnya turun, sehingga kualifikasi untuk memiliki kompetensi harus melewati jalan yang berbeda.
“Kita fokus pengembangan kualitas yang sudah ada dulu, supaya dalam praktek bisa menguasai kompetensi yang dimiliki,” pungkasnya. (mr/adv)






