DPRD KukarPariwara

Sekolah di Pesisir Kukar Terendam Saat Pasang, Safruddin Desak Solusi Konkret di RPJMD

Garda.co.id, Tenggarong– Kondisi sekolah di kawasan pesisir Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi sorotan serius. Dalam  pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kukar 2025–2029, Anggota Komisi I DPRD Kukar, Safruddin, menyinggung buruknya infrastruktur pendidikan yang dialami siswa-siswi di wilayah Blok Mahakam.

“Di pesisir itu sekolah-sekolah rata-rata seperti itu. Saat air pasang terendam, saat hujan mereka basah. Padahal mereka tinggalnya di Blok Mahakam,” ungkapnya.

Menurutnya, situasi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya solusi konkret. Banyak sekolah tidak memiliki sarana memadai untuk menghadapi kondisi geografis pesisir yang rawan banjir rob maupun genangan air.

Kondisi ini tentu memengaruhi kenyamanan dan kualitas pembelajaran. Siswa tetap harus belajar meski ruang kelas lembap bahkan tergenang, sementara guru juga kesulitan menyampaikan materi.

“Ini harus jadi bahan evaluasi buat kita, terutama untuk teman-teman yang ada di pesisir,” tegas Safruddin.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan harus berpihak pada wilayah terpencil dan pesisir.

Pemerintah daerah melalui RPJMD Kukar 2025–2029 didorong untuk menyusun skema pembangunan yang responsif terhadap tantangan geografis.

Solusi bisa berupa pembangunan sekolah tahan banjir atau relokasi sekolah ke kawasan yang lebih aman.

Jajaran eksekutif dan legislatif menjadikan momentum evaluasi bersama untuk memastikan tidak ada anak Kukar yang tertinggal hak pendidikannya akibat kondisi infrastruktur.

“Pendidikan adalah hak dasar. Jangan sampai anak-anak di pesisir merasa dianaktirikan,” tutupnya. (Adv/fa)

BACA JUGA :  DPRD Kaltim Kunjungan Kerja ke Badan Bahasa Kemendikbudristek Konsultasikan Ranperda Bahasa
Back to top button