Ragam

Di Lantik Sebagai WD III FPIK Unmul, Sumoharjo : Mahasiswa Harus Punya Wawasan Atas Profesinya

Samarinda, Garda.co.id – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) kini telah memiliki unsur pimpinan baru, setelah di lantik oleh Rektor Unmul, di Gedung Bundar Faperta Unmul, Jumat (4/6/2021).

Unsur-unsur pimpinan FPIK Unmul yang baru mengambil sumpah jabatan tersebut yakni, Wakil Dekan bidang Akademik (WD I) Elly Purnamasari, Wakil Dekan bidang Umum dan Keuangan (WD II) Muhammad Syahrir, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan (WD III) Sumoharjo. Hal ini sebagai langkah untuk membantu Dekan FPIK, Komsanah Sukarti dalam menjalankan kerja-kerja hingga tahun 2025 nanti.

WD III FPIK Unmul, Sumoharjo menyampaikan dalam pelaksanaan pelantikan dan serah terima jabatan ini tidak hanya untuk unsur pimpinan di fakultasnya saja. Melainkan terdapat beberapa fakultas lainnya, yakni WD I, II dan III Fakultas Pertanian. Dan Pengganti Antar Waktu (PAW) WD II Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) periode 2021-2023. Yang secara bersamaan di lantik oleh Rektor Unmul Masjaya.

Terkhusus pada bidangnya sebagai WD III FPIK Unmul, Sumoharjo mengatakan bahwa sebenarnya mahasiswa ini jangan hanya bergerak pada bidang tata laksana organisasi saja. Tetapi harus juga terlibat menjadi anggota organisasi profesi. Misalnya, kata dia, mahasiswa Akuakultur Unmul ini bisa di daftarkan menjadi anggota Akuakultur Indonesia, bahkan hingga terdaftar di world aquaculture society.

“Kalau bergabung di organisasi bersifat profesional mereka bisa mendapatkan gambaran dan wawasan lebih luas, bagaimana industri perikanan berkembang di indonesia,” ungkap Sumoharjo yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Laboratorium Sistem dan Teknologi Akuakultur FPIK Unmul, Jumat (4/6/2021) sore.

Menurutnya, ketika tergabung dengan organisasi profesi, maka mahasiswa tidak hanya belajar organisasi tetapi dapat memahami ke dalam ranah bisnis juga.

Selain itu, teruntuk 8 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di FPIK Unmul pun, ia mengaku akan membentuk program-program yang meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Sehingga kedepan para mahasiswa itu memiliki sertifikat nasional maupun internasional. Jadi begitu lulus mereka bisa mendapatkan sertifikat pendamping ijazah,” terang alumnus Magister Institut Pertanian Bogor ini.

Kegunaan sertifikat itu, lanjut dia, sebagai bentuk penegasan kompetensi atas keilmuan dan keterampilan mahasiswa yang di keluarkan langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang dapat di gunakan di industri sektor perikanan nantinya.

“Jadi mahasiswa itu tidak hanya pandai berorganisasi, tetapi juga memiliki kemampuan skill dan lifeskill serta wawasan terkait profesionalitas atas keilmuannya, dalam hal ini perikanan,” tutupnya. (im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button