Dana CSR Harus Tepat Sasaran, Ananda Minta Masyarakat Lebih Aktif Bersuara
Garda.co.id, Samarinda – Perusahaan Berau Coal yang bergerak dalam aktivitas pertambangan sejauh ini telah menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggunggjawab sosialnya dengan tepat sasaran. Perusahaan ini dinilai ikut berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Berau.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis mengatakan penyaluran dana CSR Salah satunya di sektor pendidikan. PT. Berau Coal turut membantu pembangunan politeknik di Kota Sanggam itu, selain itu, perusahaan ini juga menyediakan program beasiswa bagi pelajar lokal.
“Program pembangunan politeknik itu sangat strategis karena membuka ruang bagi generasi muda di Berau untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang aplikatif,” ucapnya.
“Tak hanya itu, mereka juga menyediakan beasiswa yang sangat membantu keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” lanjut Ananda.
Dilain sektor, PT Berau Coal juga melakukan program pada pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan dilakukan terhadap pengembangan petani Kakao. Para petani Kakao mendapatkan sejumlah pendampingan mulai dari bantuan dana, pelatihan teknis dan penguatan kewirausahaan.
“Kami melihat adanya upaya serius dari perusahaan untuk tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi membangun sistem pembinaan jangka panjang. Masyarakat dilibatkan langsung, diberi pelatihan, serta didorong agar bisa mengelola hasil usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” imbuhnya
Ananda mengungkapkan bahwa pihaknya juga memliki peran dalam pengawasan terhadap penyaluran CSR, hal ini menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan perusahaan.
Ia menegaskan program yang dilakukan perusahaan harus berjalan sesuai dengan kebijakan yang ada dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin memastikan bahwa perusahaan menjalankan kewajibannya dengan benar, tidak hanya mengejar keuntungan semata,” tegasnya.
Ananda menekankan masyarakat harus turut aktif dalam menyampaikan masukannya terhadap keselarasan dana CSR bagi kemajuan daerahnya.
“Jika ada ketidaksesuaian antara program yang dijanjikan dan yang terjadi di lapangan, kami akan tindak lanjuti. Kami ingin CSR benar-benar menjadi instrumen perubahan, bukan sekadar formalitas,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






