Pemkab Kukar Tekankan Pentingnya Penelitian, Riset Harus Dihargai
Garda.co.id, Kutai Kartanegara – Asisten III Setkab Kukar Totok Heru Subroto menjelaskan, pekerjaan rumah Balitbangda dan pemda untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penelitian. Karena masyarakat belum terlalu menghargai riset.
“Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat intelektual belum menjadi sesuatu yang umum di daerah dan perlu dilakukan peningkatan sumber daya riset untuk menunjang hal tersebut,” kata dia, saat penutupan pelatihan peningkatan kompetensi Kelitbangan, di Queen Marry 1 & 2, Hotel Aston Samarinda, Sabtu (8/10/22).
Totok berharap, nantinya semua kebijakan Pemkab Kukar dapat diriset dengan baik, serta memiliki bukti yang kuat. Sehingga ketika dihadapkan ke seluruh stakeholders, kebijakan tersebut menjadi kebijakan yang paling optimum karena dilakukan berdasarkan kajian yang mendalam dan komprehensif.
Untuk sampai ke arah tersebut, tidak mungkin jika hanya birokrat yang memformulasi kebijakan. Mengingat kesibukan dengan rutinitas sehari-hari di institusinya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi dan Badan Penelitian Lainnya sebagai dapurnya Think Thank untuk memikirkan proses perumusan kebijakan-kebijakan tersebut.
“Pengalaman saya sebagai ketua lumbung pangan 2022-2026 untuk memerlukan riset pastilah membutuhkan banyak hubungan dan dukungan untuk hasil riset dan penelitian yang baik, seperti pada saat melakukan reklamasi ex tambang dengan tanaman Kepuh/tanaman ganderuo yang bekerja sama dengan peneliti dari UGM menghasilkan energi terbarukan dari buahnya,” sebutnya.
Balitbangda Kukar yang akan segera berganti nama dengan Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDa) perlu terus menjalin komunikasi dan koordinasi serta dapat melibatkan tim narasumber. Hal ini guna mendapatan policy advocacy karena para ahli memiliki perpsektif lebih kaya dan bukan hanya sekedar akademik saja, tetapi juga implementasi keilmuan untuk pengambilan kebijakan.(Mk/Adv)







