DPRD KALTIMPariwara

Syarifatul Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Jaga Layanan Publik di Tengah Pemangkasan TKD

Garda.co.id, Samarinda – Di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD), kualitas pelayanan publik diminta tetap terjaga.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan melemahnya pelayanan kepada masyarakat.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih inovatif dan kreatif dalam mencari solusi, agar roda pelayanan publik tetap berjalan secara optimal meski ruang fiskal semakin terbatas.

Menurut Syarifatul, kondisi ini justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus membuka peluang pendanaan alternatif di luar skema anggaran konvensional.

“Pengurangan anggaran seharusnya tidak berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan. Pemerintah daerah dan DPRD harus duduk bersama mencari terobosan,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dinilai efektif, lanjutnya, adalah mengoptimalkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Pola kerja sama ini diyakini mampu memperkuat perencanaan pembangunan, meningkatkan efisiensi, serta menghadirkan dukungan sumber daya tambahan.

“Dengan melibatkan banyak pihak, pemerintah bisa lebih fokus pada program prioritas sekaligus mencari dukungan di luar APBD,” jelasnya.

Syarifatul juga menyoroti peran strategis media dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada publik sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, ia menilai potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbuka lebar untuk terus dioptimalkan.

“Kolaborasi semua unsur harus terus dijaga agar pelayanan publik tetap berjalan maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

BACA JUGA :  Dispora Kaltim Fokus Jalur Preventif, Perkuat Benteng Pemuda dari Ancaman Narkoba
Back to top button